Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Kecelakaan Kapal Laut
Inalillahi.., Kapal Tenggelam di Mesir, Jumlah Korban Tewas 162 Orang
2016-09-24 19:07:25

Ilustrasi. Pihak berwenang Mesir mengatakan setidaknya 163 orang telah diselamatkan, tetapi sejumlah korban selamat mengatakan kepada BBC bahwa lebih dari seratus orang mungkin telah tenggelam.(Foto: Istimewa)
MESIR, Berita HUKUM - Jumlah jenazah yang ditemukan setelah sebuah kapal yang membawa migran terbalik di lepas pantai Mesir telah mencapai setidaknya 162, sementara pencarian terus dilakukan.

Kapal itu diyakini membawa antara 450 dan 600 orang migran ketika tenggelam di perairan yang berjarak sekitar 12km dari pelabuhan Rosetta, di Delta Sungai Nil, Rabu (21/9) lalu.

Mereka adalah adalah para migran dari Mesir, Suriah, Sudan, Eritrea dan Somalia. Pihak berwenang Mesir mengatakan setidaknya 163 orang telah diselamatkan, tetapi sejumlah korban selamat mengatakan kepada BBC bahwa lebih dari seratus orang mungkin telah tenggelam.

Berbicara kepada wartawan BBC Orla Guerin di Rosetta, sejumlah korban selamat mengatakan pelaku penyelundupan memaksa siapa saja yang menginginkan jaket pelampung untuk membayar uang ekstra.

Empat awak kapal telah ditangkap karena dituduh melakukan pembunuhan berencana dan perdagangan manusia, kata pejabat Mesir.

Kapal, yang telah berlabuh selama lima hari di lepas pantai untuk membawa sebanyak mungkin para migran, akhirnya terbalik setelah ada tambahan sekitar 150 orang yang naik secara berdesakan ke atas kapal.

Insiden ini terjadi setelah Kepala Badan Urusan Perbatasan Uni Eropa, Frontex, memperingatkan semakin banyaknya pendatang yang menggunakan Mesir sebagai titik keberangkatan menuju Eropa.

Frontex memperkirakan 12.000 lebih pendatang tiba di Italia dari Mesir sepanjang Januari hingga September, meningkat dari 7.000 dalam periode yang sama tahun lalu.

Lebih dari 10.000 orang tewas melintasi perairan Mediterania menuju Eropa sejak 2014, menurut PBB.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Kecelakaan Kapal Laut
 
Tabrak Batang Kayu, Speedboat Nur Shinta Tenggelam di Perairan Ujo Bilang Sungai Mahakam
 
Tragedi di Danau Victoria, Setidaknya 200 Orang Meninggal Dunia
 
Implikasi Hukum Penerapan Scientific Marine Accident Investigation
 
KM Sinar Bangun Tenggelam karena Human Error
 
Musibah KM Lestari Maju Harus Jadi Perhatian Serius Pemerintah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]