Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Imigrasi
Imigrasi Periksa Pekerja Asing di PT Huawei
Wednesday 27 Feb 2013 18:17:24

Kantor Regional Surabaya PT Huawei Indonesia saat diperiksa tim gabungan terkait keberadaan TKA ilegal, Rabu (27/2).(Foto: Ist)
SURABAYA, Berita HUKUM - Sejumlah petugas gabungan dari Kantor Imigrasi, polisi, dan Dinas Tenaga Kerja, Rabu (27/2) siang mendatangi kantor regional PT Huawei Surabaya di Gedung Plaza BRI lantai 6 Jalan Basuki Rahmat, Surabaya.

Mereka melakukan pemeriksaan administrasi kepada sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) yang diduga bekerja secara ilegal. Sejumlah petugas yang sebagian memakai seragam dan sebagian lagi mengenakan pakaian bebas melakukan pemeriksaan sejak pukul 14:00 WIB, hingga saat ini belum juga keluar dari ruangan kantor regional.

Pemeriksaan hari ini adalah yang kedua, beberapa hari sebelumnya petugas gabungan juga juga melakukan pemeriksaan. Saat itu, hanya paspor dari 20 TKA yang disita.

''Kami harap, petugas berlaku tegas dengan menahan semua TKA ilegal yang dipekerjakan PT Huawei Indonesia, karena itu melanggar UU,'' kata Ketua Korwil Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Jatim, Akhmad Soim, seperti yang dikutip dari kompas.com, pada Rabu (27/2).

Keberadaan 20 orang TKA ilegal itu diungkap serikat buruh perusahaan jaringan telekomunikasi yang bernaung di bawah KSBSI. Mereka sempat mengonfirmasi dokumen ke-20 TKA itu ke pihak imigrasi dan Disnaker Jatim, namun tidak ada data tersebut. Para TKA yang berasal dari China, Mesir, Malaysia, Thailand, dan Filipina itu juga dikeluhkan karena kerap bersikap kasar kepada para karyawan lokal.(kmp/bhc/rby)


 
Berita Terkait Imigrasi
 
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
 
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
 
Layanan Pembuatan e-Paspor Kini Tersebar di 102 Kantor Imigrasi
 
Timpora Jakarta Utara Tingkatkan Deteksi Dini Keberadaan WNA
 
Sistem Pengawasan Orang Asing oleh Dirjen Imigrasi Belum Maksimal
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]