Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Samarinda
Idhamsyah, PPTK Proyek Education Center Akui Kelebihan Bayar pada Kontraktor
2016-05-13 12:55:08

Tampak kondisi gedung Education Center Samarinda.(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Pekerjaan proyek Education Center yang terletak di Jl. PM Noor, Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh tiga penegak hukum, Polda Kaltim, Kejaksaan Negeri Samarinda dan Kejaksaan Tinggi Kaltim atas temuan BPK adanya kelebihan pembayaran, hal jelas sehingga dapat diduga merugikan keuangan negara milyaran rupiah.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek Education Center, Idhamsyah mengakui melakukan kelebihan pembayaran dari progres pekerjaan pada saat akhir masa kontak pekerjaan pada akhir Desember 2013 lalu.

Idhamsyah mengakui kelebihan pembayaran pada saat akhir kontrak yang berdasarkan laporan pengawas dari progres 90 persen, jadi pembayaran bukan 100 persen atas temuan BPK Rp 3,7 milyar, jelas Idham diruang kerjanya pada, Kamis (12/5).

"Kelebihan pembayaran bukan Rp 3,7 milyar temuan BPK tapi kelebihan pembayaran dari 90 persen progres pekerjaan dari temuan progresnya hanya 87 persen," ujar Idhamsyah.

Sebagai PPTK, Idhamsyah mengatakan tidak ada masalah dengan pekerjaan proyek Education Center Samarinda, kontraktor mengajukan perpanjangan berdasarkan Pergub Nomor 71/2013 yang mengatur tentang perpanjangan, jadi sisa pekerjaan itu di bayar dengan APBD-P tahun berikutnya, terang Idhamsyah.

"Perpanjangan 50 hari dengan dasar Pergub tersebut kontraktor didenda 12 persen Rp 584 juta dan sudah dibayar, jadi tidak ada kerugian negara," ujar Idhamsyah.

Ditegaskan bahwa, saat putus kontrak 30 Desember 2013 dan audit BPKP 87 persen, namun yang kita bayar 90 persen berdasarkan pemeriksaan pengawas, jadi bukan pembayaran 100 persen atas kelebihan bayar Rp 3,7 milyar, karena pekerjaan tuntas jadi tidak ada kerugian negara, tegas Idhamsyah.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Samarinda
 
• AORDA Kaltim Usulkan Daerah Khusus Istimewa Kutai Raya Menjadi Ibu Kota Negara
 
• Abdullah Bantah Proyek Gudang Arsip yang Diduga Fiktip di Kantor Dikdukcapil Samarinda
 
• Makmur Ajak Masyarakat Beri Pengabdian Terbaik Bagi 'Benua Etam'
 
• Pendapatan Daerah Sektor Pajak Menjanjikan dan Harus Digali dengan Optimal
 
• Puji Setyowati: Masyarakat Samarinda Dihimbau Bijak Gunakan Panggilan Darurat 112
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]