Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres 2014
Ical Tunggu Survei Untuk Maju Pilpres
Monday 14 Nov 2011 21:46:11

Aburizal Bakrie (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie belum mau memastikan dirinya akan maju sebagai capres tunggal partai tersebut. Pasalnya, kepastian dirinya maju pada Pilpres 2014 mendatang itu, tergantung pada hasil survei.

"Untuk partai, kebanyakan (survei) mengatakan sekitar 18 persen. Itu harus kami tingkatkan jadi 25 persen. Jika sebagai calon presiden masih ada (lembaga survei) yang mengatakan di bawah 10 persen, kami harus tingkatkan dulu sampai 20 persen," kata Aburizal kepada wartawan di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (14/11).

Menurut pria yang disapa akrab Ical itu, saat ini Partai Golkar belum memikirkan untuk mengumumkan capresnya. Golkar lebih mengedepankan dan fokus pada kinerja untuk mengkatrol tingkat elektabilitas. "Bila elektabilitas tercapai, baru dapat dipastikan capresnya," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Ical membenarkan jika dalam Rapimnas Partai Golkar beberapa waktu lalu, ada pembicaraan mengenai capres Partai Golkar, tapi hal itu belum menjadi keputusan partai. Keputusan mengenai capres akan akan diumumkan setelah Rapimnas pada 2012 nanti. Pencalonan resminya pada Rapimnas 2012," tandas dia.(fpc/rob)


 
Berita Terkait Pilpres 2014
 
Jelang Pilpres, Bang Yos 'Nyekar' ke Asta Tinggi
 
Bupati Gorontalo Minta Dahlan Gandeng Bupati Kutai Timur Kepilpres
 
Pilpres 2014, Jika Tanpa Jokowi Bukan Pemilu
 
Politisi Narsis, Jalankanlah Politik Etis
 
Jelang Pilpres 2014, Idham: Partai Tidak Mau Kalah Start
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
Batal jadi ibu kota, CBA desak Kejagung usut proyek IKN yang habiskan anggaran Rp75,8 triliun
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]