Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Samarinda
Honorer Dispenda Kota Samarinda Gelapkan Pajak Rp 208 Juta
Wednesday 07 May 2014 19:21:32

Terdakwa Rismanto, Honores Dispenda kota Samarinda, saat mengikuti sidang pada, Rabu (7/4).(Foto: BH/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Terdakwa Rismanto (42) honores pada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Rabu (7/5) ruang utama Pengadilan Negeri (PN) Samarinda menjalani sidang lanjutan dalam kasus penyimpanan Pajak Pendapatan Nilai (PPN) sebesar Rp 208 juta oleh Riswanto, Honerer Dispenda Kota Samarinda untuk kepentingan sendiri.

Sidang lanjutan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ketua PN Samarinda, Sugeng Hiyanto, SH yang didampingi anggota, Hongkun Otto, SH dan Juli Efendi, SH serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Suprianto,SH dengan agenda pemeriksaan Saksi korban Direktur CV. Semoga Berjaya, Anton Jatmiko, dan adik korban, Asma Ulhusna.

Saksi korban Anton Jatmiko kepada Majelis Hakim dan JPU mengatakan bahwa, mengenal terdakwa Rismanto sejak tahun 2008 yang lalu melalui temannya, namun tidak diketahui dengan pasti kedudukan terdakwa pada Dispenda, namun baru diketahui bahwa terdakwa adalah seorang honorer setelah masalah ini muncul, ujar Anton.

Anton juga memaparkan bahwa, sejak tahun 2008 dirinya memakai jasa terdakwa untuk menyetorkan pajak perusahannya ke kantor Dispenda. Dari tahun 2008 hingga awal 2010 lancar, damun pada tahun 2013 dirinya disampaikan pemberitahuan pajak terhutang dari Dispenda yaitu dari Februari 2010 hingga 2013 senilah Rp 208 juta, jelas Anton saat ditanya hakim dan jaksa.

"Pemberitahuan dari Dispenda tahun 2013 adanya tunggakan pajak dari februari 2010 hingga 2013 senilai Rp 208 juta, pada hal saya bayar terus, yang saya titipkan melalui terdakwa karena saya sibuk bekerja di Muara Badak, setelah saya cek dengan bukti setoran yang ada ternya bukti setoran tersebut palsu, yang dibuat terdakwa sendiri," ujar Anton.

"Setiap kali saya titipkan uang lewat adik saya dan diambil terdakwa untuk bayar pajak, selalu ada tambahan Rp 100 ribu atau Rp 200 ribu untuk jasa dia," ujar Anton.

Hal yang sama juga dikatakan adik korban, Asma Ulhusna, mengatakan mengenal terdakwa sejak tahun 2008 yang lalu karena yang bersangkutan terdakwa sering datang dirumah mengambil amplop berisi uang yang dititipkan kakanya (Anton) untuk membayar pajak, namun tidak tahu persis berapa isi amplop tersebut, jelas Risnawati.

Terdakwa Rismanto, ketika ditanya Ketua Majelis Hakim Sugeng Hiyanto dan Hongkun Ottoh, tentang diapakan uang sebesar Rp 208 juta yang digelapkan, terdakwa berbelit-belit dalam menjawab dan mengatakan, sebagian untuk orang kantor, setelah ditanya kembali penegasannya, terdakwa mengatakan uangnya dipakai untuk kepentingan sendiri.

"Jadi tanda terima pajak yang bersangkutan saya kerjakan pada malam hari setelah kantor sepi, saya tanda tangan sendiri dan saya cap menggunakan cap kantor. jumlah yang berfariasi ada yang Rp 2.000.000,- ada yang Rp 4.000.000,- ada yang Rp 6.000.000,- uang tersebut saya tidak setor, saya gunakan untuk kepentingan saya sendiri," ujar terdakwa.

Setelah mendengarkan semua keterangan saksi korban dan keterangan terdakwa, Majelis Hakim menunda persidangan hingga Rabu (14/5) kedepan, untuk memberikan kesempatan kepada JPU untuk menyampaikan tuntutannya.(bhc/gaj)


 
Berita Terkait Samarinda
 
• AORDA Kaltim Usulkan Daerah Khusus Istimewa Kutai Raya Menjadi Ibu Kota Negara
 
• Abdullah Bantah Proyek Gudang Arsip yang Diduga Fiktip di Kantor Dikdukcapil Samarinda
 
• Makmur Ajak Masyarakat Beri Pengabdian Terbaik Bagi 'Benua Etam'
 
• Pendapatan Daerah Sektor Pajak Menjanjikan dan Harus Digali dengan Optimal
 
• Puji Setyowati: Masyarakat Samarinda Dihimbau Bijak Gunakan Panggilan Darurat 112
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]