Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Kecelakaan Mudik
Hingga H-2 Lebaran, 340 Orang Tewas karena Kecelakaan
Friday 17 Aug 2012 19:07:10

Ilustrasi (Foto: BeritaHUKUM.com/coy)
JAKARTA, Berita HUKUM - Hingga H-2 lebaran, tercatat 340 orang meninggal dunia karena kecelakaan. Karena itu, Mabes Polri menghimbau agar pemudik berhati-hati di jalan.

"Jumlah kecelakaan di jalan sejak operasi ketupat digelar di seluruh Indonesia ada 1.995, korban meninggal dunia 340, dan luka berat 487," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar dalam keterangannya, Jumat (17/8/2012).

Boy menjelaskan, dari catatan kepolisian, hingga H-2 di banding tahun lalu, jumlah kecelakaan relatif menurun, namun jumlah korban meninggal dunia bertambah.

"Dibanding tahun lalu, hingga H-2 kecelakaan turun 52 kejadian ( -2.6 %), meninggal dunia naik 33 korban (+9,7 %), luka berat turun 30 korban (-6,1 %)," jelas Boy.

Sedang untuk jumlah pelanggaran, dibanding tahun lalu, hingga H-2 tercatat ada kenaikan.

"Naik 2.409 (5,5 %) dengan tilang menurun 3.322 penilangan (-10.6 %), teguran meningkat 5,731 peneguran (+61%)", jelas Boy, sebagaimana seperti yang dikutip detik.com pada jum'at (17/8).

Sementara ntuk operasi ketupat khusus Kamis (16/8) tercatat terdapat pelanggaran lalu lintas ada 6.855, dengan penilangan 5.056. Petugas juga melakukan teguran pada 1.799 pengendara.(dtk/bhc/rby)


 
Berita Terkait Kecelakaan Mudik
 
• Hingga H-2 Lebaran, 340 Orang Tewas karena Kecelakaan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]