Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
FWI
Hilangnya Kawasan Lindung Puncak, Tak Hanya Soal Aturan
Tuesday 14 Aug 2012 00:53:13

Wilayah Kawasan Puncak (Foto: fwi)
BOGOR, Berita HUKUM - Polemik panjang mengenai pengaturan tata ruang kawasan Puncak akhir-akhir ini, menurut Forest Watch Indonesia (FWI), adalah sebuah hal yang tidak perlu dan hanya membuang-buang waktu. Dalam konferensi pers yang digelar di Kedai Telapak, beberapa waktu lalu, FWI mengungkapkan bahwa perihal peraturan mana yang harus diikuti itu sudah jelas, yaitu peraturan yang berpihak pada perlindungan hutan.

Hapsoro, Direktur Eksekutif Forest Watch Indonesia (FWI) mengungkapkan bahwa seharusnya pemerintah mengacu pada peraturan yang ideal dan baik bagi lingkungan, dan itu sudah jelas. Lagi pula, masyarakat di wilayah Puncak tidak tahu-menahu soal perdebatan itu, dan nyatanya, pengurangan lahan tetap saja terjadi.

“Percuma kita memperdebatkan peraturan, karena yang terjadi di lapangan, pengurangan kawasan hutan terus terjadi, dan tidak ada yang menegakkan hukumnya,” ungkap Hapsoro.

Inilah yang seharusnya dipikirkan oleh pemerintah, karena sesuai pemantauan FWI dalam periode tahun 2000-2009, pengurangan di areal DAS Ciliwung saja hampir mencapai 5000 hektar. Dampak dari hal itu pun jelas, yaitu banjir di Jakarta, dan longsor serta kekeringan yang sempat terjadi di beberapa wilayah di Bogor.(bhc/tlp/rat)


 
Berita Terkait FWI
 
Hilangnya Kawasan Lindung Puncak, Tak Hanya Soal Aturan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]