Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
PDIP
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
2026-06-23 20:12:50

Heboh Dugaan Suap Ketua BEM FH UBK Jadi Tanda Wapres Menunggangi Demonstrasi Mahasiswa.(Foto: JPNN)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu Eksekutif Deddy Yevri Sitorus menyebut keramaian politik hingga gerakan mahasiswa memang rentan ditunggangi pihak lain.

Hal demikian dikatakan Deddy menyikapi kabar Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin bersama rekan diduga menerima suap dari kepolisian hingga Wapres RI Gibran Rakabuming Raka.

"Dalam setiap gerakan mahasiswa, memang ada pihak-pihak yang berpotensi menunggangi," katanya ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6).

Deddy mengatakan PDIP sempat dituduh sebagai pihak yang menunggangi aksi demonstrasi mahasiswa.

Namun, kata dia, fakta lapangan berbicara lain. Wapres malah terendus berupaya memanfaatkan demonstrasi mahasiswa.

"Kalau melihat kasus UBK itu, kan, terlihat bahwa memang yang menunggangi itu, ya, Mas Wapres begitu, kan," katanya.

Deddy mengaku tidak tahu inisiatif memanfaatkan demonstrasi mahasiswa untuk kepentingan politik Wapres.

Namun, dia merasa janggal jika kemudian inisiatif memanfaatkan mahasiswa berasal dari anak buah atau aktor lapangan.

"Kalau inisiatif anak buah, saya kira aneh," ujar Deddy.

Dalam kasus UBK, lanjut dia, mahasiswa diberikan uang oleh polisi sekitar 20-30 juta untuk membelokan arah demonstrasi, lalu bertemu Wapres Gibran.

Deddy dengan menganalisis keterangan itu merasa tidak mungkin anggota di level bawah punya inisiatif membelokan arah demonstrasi.

"Nah, orkestrasi murahan kayak begini, kan, enggak mungkin dari bawah begitu, tetapi dari atas," ujarnya.

Deddy menyebut menyeruaknya kasus suap ke Ketua BEM FH UBK membuat semua tidak gampang menuduh pihak penunggang demonstrasi.

"Kadang-kadang, orang-orang yang sembunyi di belakang itu lebih mudah untuk melakukan manuver-manuver murahan kayak begini," ujar dia.(ast/jpnn/bh/sya)


 
Berita Terkait PDIP
 
Perbandingan oposisi era SBY vs Jokowi vs Prabowo, saat ini PDIP tegaskan sebagai partai penyeimbang
 
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
 
PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
 
Deddy Sitorus PDIP Mengajak Mengundurkan Diri secara Massal, Waduh
 
Pengamat: Megawati Tak Gentar, Anggap Kasus Hasto Kristiyanto Cuma Angin Sepoi-sepoi, Bukan Badai
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]