Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pemilu 2014
Hasil Pemilu Bisa Mengecewakan, Presiden SBY Minta yang Kalah Supaya Lapang Dada
Wednesday 09 Apr 2014 18:57:09

Presiden SBY usai menyoblos TPS 006, TPS 06, Desa Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/4).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada semua peserta pemilu, yakni partai politik maupun calon anggota legislatif agar dapat lapang dana untuk menerima apapun hasil yang didapatnya dalam Pemilu kali ini.

"Tentu seperti biasa dalam pemilihan ada yang kecewa, ada yang merasa tidak sesuai, dan pasti terjadi di negara manapun. Di negara kita, semua harus miliki kesadaran tinggi. Inilah demokrasi siap kalah dan menang," kata Presiden SBY usai menyoblos TPS 006, TPS 06, Desa Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/4).

Presiden SBY berharap, caleg yang terpilih atau partai politik yang miliki suara lebih tinggi yang diberikan rakyat, agar dapat menjalankan amanah yang diberikan rakyat dengan sebaik-baiknya.

"Harapan saya caleg yang terpilih atau partai politik yang miliki suara lebih tinggi yang diberikan rakyat, harus menjalankan mandat itu sebaik-baiknya," ujar SBY.

Menurut Presiden, sebelum berangkat ke TPS, ia telah mendapat laporan dari Kapolri Jenderal Pol Sutarman yang menyatakan pelaksanaan Pemilu 2014 berlangsung aman dan damai. Hal ini melanjutkan sukses yang sama saat Pemilu digelar 2004 dan 2009 lalu.

Ditambahkan Presiden, jika pemilu 2014 ini dapat diselenggarakan secara damai dan demokratis sebagaimana dulu dibuktikan pada 2004 dan 2009, maka setapak lagi Indonesia menjadi negara demokrasi yang matang, berarti transisi demokrasi berhasil.

"Setapak lagi, karena biasanya setiap bangsa proses demokratis bisa lakukan pemilu dengan baik sekali dua kali tiga kali dan empat kali, maka matang. Proses akan matang," kata Presiden.

Presiden menyebutkan, kalau dibandingkan banyak negara di dunia tidak mudah menyelenggarakan pemilu yang demokratis dan peacefull. Namun Alhamdulillah, meski setiap kali disempurnakan perangkat undang-undang, menurut SBY, bangsa Indonesia bersyukur perjalanan demokrasinya menuju arah yang benar.

Presiden SBY datang ke TPS sekira pukul 10.10 WIB didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan putera keduanya Edhie Baskoro Yudhoyono bersama istri Aliya berikut anak pertama pasangan itu Airlangga.
Setelah menunggu beberapa saat, Presiden diikuti Ibu Negara dan pasangan Edhie Baskoro serta Aliya menerima surat suara, dan menuju bilik suara, kemudian memasukkan surat suara masing-masing ke kotak bagi DPD RI, DPR RI, DPRD Jawa Barat dan DPRD Kabupaten Bogor.

Keluarga Presiden yang mengenakan batik berwarna biru itu kemudian meninggalkan lokasi TPS sekira pukul 10.40 WIB.

Selain Presiden SBY dan keluarga, Pramono Edhie Wibowo dan istri serta anaknya dan Menko Polhukam Djoko Suyanto beserta istri juga terdaftar di TPS 06 itu. (ANT/ES/skb/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]