Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Kasus Tewasnya Siyono
Hasil Otopsi Ada Banyak Luka Tumpul dan Patah Tulang di Tubuh Siyono
2016-04-04 09:44:27

Konferensi Pers Setelah Proses Otopsi.(Foto: Istimewa)
KLATEN, Berita HUKUM - Proses otopsi yang berlangsung selama 3,5 jam yang dilakukan oleh 9 Dokter Ahli Forensik Muhammadiyah dan 1 dokter forensik yg didatangkan Polri. Otopsi berlangsung lancar dengan dukungan penuh KOKAM Pemuda Muhammadiyah bersama warga sekitar yang sebelumnya di klaim oleh Kepala Desa menolak, faktanya justru warga yang menyediakan beberapa kebutuhan KOKAM dan tim forensik.

Dokter forensik Muhammadiyah akhirnya selesai melakukan autopsi terhadap jenazah Siyono, warga Klaten yang tewas usai ditangkap Densus 88. Komisioner Komnas HAM Manager Nasution yang turut hadir dalam autopsi, menyebut ada sejumlah luka di tubuh Siyono.

"Ada sejumlah bekas luka benda tumpul di beberapa bagian tubuh yang nanti akan diuji di laboratorium, dan ada beberapa patah tulang," ucap Manager.

Manager menyebut temuan itu diperoleh dan disampaikan langsung oleh dokter forensik. Proses autopsi berlangsung lancar pukul 08.00-13.00 WIB, didukung oleh masyarakat sekitar dan disaksikan anggota TNI dan polisi Klaten.

Sementara, Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Siane Indriani, ikut menyaksikan proses autopsi jenazah Siyono, Minggu, 3 April 2016. Siyono adalah terduga teroris yang meninggal saat ditangkap dan ditahan Densus 88 Antiteror Mabes Polri beberapa waktu lalu.

Selain Siane, anggota Komnas HAM Hafid Abbas dan Maneger Nasution juga mengikuti proses autopsi ini. Dari keterangan awal yang diperoleh Siane, dokter PP Muhammadiyah yang melakukan proses autopsi mengatakan ada banyak patah tulang di bagian dada Siyono.

Menurut dokter, autopsi sebelumnya belum pernah dilakukan dan ini adalah yang pertama kalinya. Sementara hasil lengkap akan disampaikan setelah hasil pemeriksaan laboratorium selesai. Fakta itu sekaligus mematahkan kabar-kabar yang beredar Kepolisian atau Detasemen Khusus (Densus) 88 sebelumnya telah melakukan visum kepada jenazah Siyono.

"Yang jelas kami berterimakasih dukungan masyarakat setempat yang sangat membantu proses autopsi. Tak seperti yang dikatakan kepala desa kalau warga menentang. Ternyata sangat mendukung proses otopsi," kata Siane Indriani kepada VIVA.co.id.

Menurut Siane, tim forensik yang melakukan autopsi adalah dokter senior dan terbaik dari Solo, Jogja, Semarang dan wilayah Jawa Tengah. Autopsi yang dilakukan juga berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan.


"Semula 6-7 jam, namun hanya 4 jam. Tapi yang paling penting bahwa autopsi ini adalah momentum yang membuktikan setiap warga negara berhak memperoleh keadilan dan menguji tindakan aparat. Apakah sesuai prosedur hukum," kata Siane.

Selain itu, sekaligus mengawasi Polri khusunya Densus 88 agar tidak lagi bertindak sewenang-wenang. Ditambahkan Siane, proses ini sama sekali tidak bermaksud untuk melemahkan Kepolisian.

"Komnas HAM bekerjasama dengan PP Muhammdiyah dalam sebuah tim lengkap yang dipimpin oleh Busyro Muqoddas. Komnas HAM ke depan akan menjalin kerjsama lebih erat dengan tim forensik Muhammadiyah," tuturnya.

Ditambahkan Siane, malam sebelumnya tim Komnas HAM telah mendatangi warga untuk berdialog dan menanyakan pendapat mereka terkait autopsi terhadap jasad Siyono.

"Pada umumnya mereka tidak keberatan diadakan autopsi dan tidak keberatan Siyono dimakamkan kembali di situ."

Autopsi dipimpin Dokter Gatot Suharto dari Majelis Pembina Kesehatan Umum dan Pelayanan Sosial DPW Muhammmadiyah Jawa Tengah. Hafid menambahkan selain sembilan dokter yang ditunjuk PP Muhammadiyah, autopsi turut disaksikan satu pakar forensik terkemuka yang didatangkan Polri.(sp/mch/sangpencerah/ase/viva/rol/bh/sya)


 
Berita Terkait Kasus Tewasnya Siyono
 
Anton Charliyan Tuding Muhammadiyah Pro Teroris, Kapolri Didesak Pecat Kadiv Humas
 
Hasil Otopsi Ada Banyak Luka Tumpul dan Patah Tulang di Tubuh Siyono
 
Inilah Uang 2 Gepok Diserahkan Istri Siyono yang Bingung di PP Muhammadiyah
 
Setelah Didesak Muhammadiyah, Polri Akui Ada Kesalahan Prosedur Densus 88
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]