Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Hary Tanoesoedibjo
Hary Tanoesoedibjo: Saya Seorang Idealis, Bukan Menginginkan Kedudukan Sesuatu
Monday 21 Jan 2013 21:33:30

Harry Tanoesoedibdjo (kanan) dkk saat melakukan konferensi pers untuk menyatakan kemundurannya dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Senin (21/1).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Raja Media di Indonesia, Hary Tanoesoedibjo dan Ketua Dewan Pakar DPP Partai Nasional Demokrat (Nasdem) hari ini, Senin (21/1) di bekas Kediaman Wapres Adam Malik Jalan Diponegoro 29 Jakarta Pusat.

Mulai hari ini saya menyatakan mundur dalam kapasitas saya sebagai ketua Dewan Pakar. Keputusan ini sangat berat hati bagi saya. "Kalau partai sudah bertarung dan sudah berpolitik di dalam itu sudah tidak sehat, maka pertarungan di luar partai kalau secara organisasi partai, saya sudah tidak cocok dengan Surya Paloh, namun secara persahabatan saya masih bersahabat dengan beliau," ujar Hary Tanoesoedibjo.

"Mengenai kemunduran saya ini, merupakan langkah pribadi saya, tidak saya anjurkan pengurus-pengurus daerah untuk mengikuti langkah saya," ungkap Hary.

Walaupun saat mengumumkan pengunduran dirinya, Hary Tanoesoedibjo juga didampingi Sekjen Nasdem, Ahmad Rofiq, Saiful Haq, Wasekjend Endang Tirtana, ketua DPP internal, dan ketua Komunikasi Publik Arya.

Ditambahkannya, saya rasa harus bisa dipisahkan antara hubungan bisnis dan politik. Kita sudah berbeda, itulah mengapa saya putuskan hubungan politik dengan Surya Paloh.

"Saya seorang idealis, bukan menginginkan kedudukan sesuatu", tegas Hary Tanoesoedibjo.

"Saya tentunya masih berharap suatu saat Partai Politik yang mempunyai misi membangun bangsa Indonesia," pungkas Hary Tanoesoedibjo.(bhc/put)


 
Berita Terkait Hary Tanoesoedibjo
 
Ke Pak Hakim, Hary Tanoe Sandarkan Nasibnya
 
Hary Tanoe: Masa Jaya Jokowi Sudah Lewat
 
HT Foundation Kembali Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir
 
Hary Tanoesoedibjo: Saya Rasa Ormas Itu Pilihan yang Baik Untuk Kedepannya
 
Hary Tanoesoedibjo: Saya Seorang Idealis, Bukan Menginginkan Kedudukan Sesuatu
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]