Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
BRIN
Harkitnas 2021, Ahmad Basarah Berharap ke Depan BRIN Produksi Vaksin Covid-19 Milik Bangsa
2021-05-20 18:51:54

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah berharap Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) ke depan melahirkan vaksin sekaligus alat deteksi Covid-19 dari karya anak bangsa sendiri dengan memanfaatkan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-113 tahun ini. Jika pandemi Covid-19 berhasil diatasi secara mandiri, Ahmad Basarah optimis Indonesia bisa segera maju membangun perekonomian nasional menuju ‘Satu Abad Indonesia’ pada 2045.

"Satu Abad Indonesia pada 2045 tinggal 24 tahun lagi dari sekarang. Jika vaksin Covid-19 dalam waktu tak lama berhasil kita produksi sendiri sesuai kerja keras BRIN, konsolidasi nasional harus segera kita lakukan. Pengembangan sosial dan budaya harus juga kita konsolidasikan seperti yang dulu dilakukan Boedi Oetomo saat berdiri 20 Mei 1908. Organisasi ini dulu juga fokus pada ekonomi, sosial, dan kebudayaan,’’ jelas Ahmad Basarah di Jakarta, Kamis (20/5).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu mengingatkan semua pihak agar tema Harkitnas tahun ini, yakni ‘Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh!’, menjadi pendorong semua periset nasional dari hulu sampai hilir untuk bekerja keras melahirkan inovasi nasional. Ketika ketergantungan Indonesia pada produk impor berkurang, di situlah kemandirian bangsa seperti yang dicita-citaka Bung Karno terlaksana.

"Saya tentu saja berharap BRIN juga melakukan riset-riset lain yang berujung pada produksi massal produk nasional di segala bidang agar rakyat merasakan dampak ekonomi langsung dari proses riset mereka. Sektor pengembangan iptek di tanah air ini bahkan saya harapkan menjadi sektor favorit dan seksi, yang menjadi tujuan investasi,’’ jelas Ahmad Basarah.

Organisasi Boedi Oetomo didirikan pada 20 Mei 1908 oleh Dr Sutomo dan para mahasiswa School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) dan menjadi titik awal kebangkitan nasional di Nusantara. Kelahiran organisasi diilhami oleh ide dr Wahidin Sudirohusodo, yang bercita-cita meningkatkan harkat martabat rakyat dan bangsa Indonesia yang terpuruk akibat kolonialisme Belanda. Presiden Soekarno menetapkan 20 Mei sebagai Harkitnas pada 20 Mei 1948 di Istana Kepresidenan Yogyakarta, lalu Presiden Soeharto memperkuat penetapan itu dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 1985 tentang Penyelenggaraan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Menurut Ahmad Basarah, Boedi Oetomo dinilai berhasil karena organisasi ini mengembangkan politik etis di tanah Jawa yang berbeda dengan apa yang dikembangkan organisasi pribumi lainnya saat itu. Organisasi ini tampil moderat dan progresif, sementara organisasi pribumi lainnya saat itu dinilai cenderung memilih jalur radikal.

‘’Untuk itu, dalam aspek sosial budaya, tema yang harus kita konsolidasikan adalah sosialisasi moderasi beragama. Sikap moderat dan inklusif itu penting di tengah kebhinekaan kita sebagai bangsa. Kita harus sampaikan terus-menerus kepada masyarakat bahwa radikalisme dan ekstrimisme dalam beragama itu berbahaya dan dapat memecah belah persatuan bangsa,’’ tegas Ahmad Basarah.(bh/mdb)


 
Berita Terkait BRIN
 
Legislator Dukung Usulan Peningkatan Anggaran Riset Guna Majukan Iklim Riset Indonesia
 
Ribuan Enumerator BRIN Mundur, Kembalikan Tupoksi Riset ke Instansi Asal
 
Pemerintah Diharap Tidak Paksakan Lebur Semua Lembaga Penelitian ke BRIN
 
Harkitnas 2021, Ahmad Basarah Berharap ke Depan BRIN Produksi Vaksin Covid-19 Milik Bangsa
 
Komisi VII Minta Presiden Tegur Dua Menteri terkait Pembentukan BRIN
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]