Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pemilu 2014
Hari kedua Pendaftaran, Perseorangan Caleg Mendominasi Konsultasi PHPU Legislatif 2014
Sunday 11 May 2014 21:04:15

Beberapa caln pemohon datang secara langsung berkonsultasi mengenai tata cara permohonan melalui loket penerimaan perkara, Minggu (11/5) di Gedung MK.(Foto: Foto Humas/Ganie)
JAKARTA, Berita HUKUM - Di hari kedua pendaftaran Perkara Perselisihan Hasil Pemilu Legislatif Tahun 2014 pada Minggu sore (11/5), belum ada permohonan yang terdaftar di bagian penerimaan perkara konstitusi MK. Beberapa calon pemohon, baik yang datang secara langsung ke Gedung MK maupun lewat e-mail dan telepon, tampak berkonsultasi mengenai tata cara permohonan. Para pemohon kebanyakan dari perseorangan calon legislatif yang berasal dari sejumlah partai, di antaranya Partai Demokrasi Perjuangan, Parta Hanura, PKPI, maupun Partai Gerindra.

Materi yang dikonsultasikan pun beragam, dari tata cara dan syarat mengajukan permohonan, tidak mendapatkan formulir C1, hingga dugaan adanya penggelembungan suara. Beberapa pemohon yang datang langsung pun banyak yang belum diproses oleh MK karena kurang mengerti mengenai aturan pengajuan permohonan bagi perseorangan caleg.

Seperti diketahui, dalam Pasal 11 Peraturan MK (PMK) No. 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Beracara dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Anggota Legislatif diatur mengenai syarat pengajuan permohonan yang harus ditandatangani oleh ketua umum dan sekretaris jenderal pimpinan pusat partai politik bersangkutan. Untuk menjadi pemohon menurut Pasal 2 ayat (1), perseorangan caleg diharuskan mendapat persetujuan tertulis dan pengajuan permohonan dilakukan oleh parpol yang bersangkutan.

Penerimaan pendaftaran perkara PHPU Tahun 2014 dibatasi hingga 12 Mei 2014. Hal ini sesuai dengan Pasal 9 PMK 1/2014 yang menyebutan “Permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 hanya dapat diajukan dalam waktu paling lambat 3 x 24 jam sejak Termohon mengumumkan penetapan perolehan suara hasil Pemilu Nasional”. Seperti diketahui bersama, KPU menetapkan hasil penetapan suara sejak 9 Mei 2014 pada pukul 23.51 WIB.(Lulu Anjarsari/mh/mk/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]