Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Hambalang
Hanya Kenalan Biasa, Bu Pur Bukan Kepala Rumah Tangga Cikeas
Thursday 05 Dec 2013 13:25:38

Pintu gerbang Puri Cikeas kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepala Sekretariat Presiden Nanang Djuana Priyadi menegaskan, Sylvia Sholeha atau yang lebih dikenal dengan nama panggilan Bu Pur tidak pernah bekerja sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Jabar.

“Ibu Pur hanya kenalan baik Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono,” kata Nanang kepada wartawan di ruang VVIP Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur, Rabu (4/12) pagi.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Sekretariat Presiden menanggapi kesaksikan Mantan Manajer Marketing Grup Permai Mindo Rosalina Manulang pada sidang kasus Hambalang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (3/12), yang menyebut keterlibatan nama Sylvia Sholeha atau Bu Pur sebagai Kepala Rumah Tangga Cikeas (kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) dalam kasus Hambalang.

Mindo Rosalina Manulang mengaku mengetahui sosok Bu Pur yang mendapatkan proyek pengadaan peralatan olahraga terkait pembangunan sarana olahraga di Hambalang. Saat ditanya apakah mengetahui sosok Bu Pur yang dimaksud, Mindo menjawab "Bu Pur kepala rumah tangga Cikeas. Dia juga pengen proyek peralatan ini".

Tidak Ada Kepala Rumah Tangga Cikeas

Kepala Sekretariat Presiden Nanang Djuana Priyadi menegaskan. sejak terpilih sebagai Presiden pada 2004, Presiden SBY tidak pernah mempekerjakan seorang kepala rumah tangga di Cikeas. "Selama masa kepemimpinan Bapak Presiden SBY, hanya ada lima pejabat kepala rumah tangga kepresidenan. Tidak ada nama Ibu Pur," ungkapnya.

Ia menyebutkan, kelima nama yang pernah menjabat sebagai kepala rumah tangga kepresidenan sejak 2004 adalah Kemal Munawar, yang memasuki masa pensiun. Selanjutnya, Kemal diganti oleh Ahmad Rusdi, yang sekarang menjabat Kepala Protokol Negara, Kementerian Luar Negeri. Lalu, Setia Purwoko yang sekarang sudah pensiun. Selanjutnya Winata Supriatna, yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Administrasi dan Keuangan.

"Yang kelima adalah saya sendiri Nanang Djuana Priyadi," kata Nanang.
Nanang juga menjelaskan, sejak 2011 nomenklatur kepala rumah tangga kepresidenan diganti menjadi kepala sekretariat presiden.

"Jadi, tidak benar kalau ada nomenklatur kepala rumah tangga Cikeas. Tidak ada itu. Kalau pun ada, di Cikeas itu namanya petugas pelayanan rumah tangga presiden, yang dikoordinasikan oleh Haji Makmun," papar Nanang.(ES/skb/bhc/sya)


 
Berita Terkait Kasus Hambalang
 
Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
 
Anas Urbaningrum: Saya Ingin Diadili Bukan Dihakimi, Apalagi Dijaksai
 
Dituntut 15 Tahun dan Denda 500 Juta, Anas Merasa Tidak Adil
 
KPK Tahan Tersangka Mahfud Suroso Terkait Kasus Hambalang
 
Bendum PDIP Olly Dondokambey Diperiksa KPK Lagi Soal Hambalang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]