Tim" /> BeritaHUKUM.com - Hamas Bertekad akan Lakukan Balas Dendam

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Palestina
Hamas Bertekad akan Lakukan Balas Dendam
Tuesday 08 Jul 2014 02:49:06

Aksi militer Israel di Gaza menewaskan delapan anggota kelompok militan.
PALESTINA, Berita HUKUM - Gerakan Palestina Hamas menyatakan Israel akan "membayar mahal" tewasnya delapan anggota kelompok militan di Gaza pada Minggu malam. Sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam Izz al-Din, mengatakan pesawat-pesawat Israel menyerang "lokasi perlawanan" di selatan kota Rafah.

Tim medis mengatakan terowongan penyelundupan di dekat perbatasan dengan Mesir diserang, meski media Israel menyebut serangan itu sebagai "kecelakaan".

Brigade Qassam juga mengatakan pesawat tanpa awak menyerang satu lokasi di Gaza utara, menewaskan seorang pejuang, sementara dua orang lainnya tewas dalam serangan terpisah di kamp pengungsian Bureij di Gaza tengah.

Lima orang tewas setelah rudal dilaporkan menghantam terowongan penyelundupan di dekat Farah.

Militer Israel mengatakan yang mereka serang adalah "sumber terorisme dan tempat yang dipakai untuk menyembunyikan peluncur roket".

Mereka juga mengatakan aksi ini diambil sebagai respons atas serangan mortir dari wilayah pantai Palestina.

Ketegangan meningkat sejak remaja Palestina, Mohammed Abu Khdair, dibunuh menyusul pembunuhan tiga remaja Israel beberapa hari sebelumnya.

Pada hari Minggu polisi Israel mengatakan mereka menahan enam tersangka warga Yahudi terkait dengan tewasnya Mohammed Abu Khdair.

Sebelumnya, Sembilan anggota kelompok militan Palestina tewas dalam serangan udara Israel di Gaza menyusul serangan roket yang diarahkan ke Israel. Sayap bersenjata kelompok Hamas mengatakan enam pejuang mereka tewas dalam satu serangan di dekat Rafah.

Tiga lainnya tewas dalam serangan udara terpisah Israel untuk membalas serangan roket dan mortir ke Israel. Ketegangan meningkat di kawasan menyusul pembunuhan remaja Palestina Mohammed Abu Khdair.

Polisi mengatakan Minggu (6/7) mereka menahan enam tersangka Yahudi dan menambahkan Mohammed Abu Khdair "dibunuh karena kewarganegaraannya".
Rincian lebih lanjut tidak disebutkan.

Dibunuhnya Mohammed Abu Khdairterjadi menyusul pembunuhan tiga remaja Israel di daerah yang diduduki Tepi Barat. Jenazah mereka ditemukan seminggu lalu. Israel mengatakan dua anggota Hamas menculik dan membunuh tiga remaja itu namun Hamas menyanggah terlibat.

Sebelumnyak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk menyeret ke pengadilan pembunuh Mohammed Abu Khdair.

Ia diculik Rabu pagi minggu lalu dan ditemukan tewas beberapa jam kemudian.
Ia dilaporkan dibakar hidup-hidup.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Palestina
 
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
 
Terekam, Biadabnya Tentara Israel Rayakan Kehancuran RS Indonesia
 
Insiden Terbunuhnya Ismail Haniyeh Perburuk Situasi Timur Tengah
 
Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini
 
Enam bulan pertikaian di Gaza dalam angka
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]