Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Teroris Oslo
Hakim Tolak Teroris Oslo Beri Pernyataan
Tuesday 15 Nov 2011 00:00:39

Anders Behring Breivik (kiri) dalam mobil tahanan (Foto: AFP Photo)
OSLO (BeritaHUKUM.com) – Pria Norwegia yang membunuh 77 orang di ibukota Oslo dan Pulau Utoeya, Juli 2011 lalu, berupaya memberikan penjelasan tentang tindakannya tersebut. Namun, hakim langsung menghentikannya, ketika ia mengatakan bahwa dirinya sebagai komandan dari gerakan perlawanan.

Anders Behring Breivik untuk pertama kalinya hadir di ruang sidang yang terbuka untuk umum di Oslo, seperti dikutip BBC, Senin (14/11). Sidang ini dipadati oleh keluarga korban baik yang meninggal maupun yang selamat. Dengan mengenakan jas gelap dan baju putih serta dasi biru, pria berusia 32 tahun tersebut meminta agar diperkenankan untuk berbicara kepada keluarga korban selama lima menit namun ditolak.

Dia sudah mengaku telah melakukan pembunuhan massal di Utoeya dan meledakkan bom di Oslo, namun menyatakan tidak bersalah dalam dakwaan terorisme. Pengadilan memutuskan, agar dia tetap berada di dalam tahanan hingga digelarnya kembali sidang untuk perpanjangan penahanannya pada 6 Februari 2012.

Usai sidang, pengacaranya Geir Lippestad, mengatakan Breivik sudah menyiapkan catatan kecil untuk disampaikan di ruang sidang namun dia tidak tahu isi dari catatan tersebut. Pengadilan atas penahanannya yang sebelumnya dilakukan di ruang sidang tertutup.

Dalam sidnag ini, keluarga korban dan para korban yang selamat serta pengunjuk rasa di luar ruang sidang sejak awal mendesak pengadilan agar tidak memberikan kesempatan kepada Brievik untuk menyampaikan pandangan ekstrem kanannya.

Salah seorang korban yang selamat dari penembakan Breivik mengatakan kedatangannya ke ruang sidang di Oslo untuk memberi rasa keamanan bagi dirinya. "Karena saya ingin merasa aman kembali. Saya tidak mau ketakutan lagi. Saya ingin melihat dia. Saya ingin mencoba memahami, atau mungkin tidak bisa memahami, kenapa dia melakukanya, itulah sebabnya kenapa saya datang ke sini hari ini," tutur Eirik Kursegjerde.

Anders Behring Breivik pada hari Jumat 22 Juli meledakkan bom di ibukota Oslo dan menewaskan delapan orang. Beberapa jam kemudian, dia kemudian menembaki anak-anak muda yang mengikuti kemah pemuda di Pulau Utoeya dan menewaskan 69 orang.

Dalam situs internetnya, Breivik menerbitkan manifesto sebanyak 1.500 halaman yang isinya antara lain mengatakan dia sedang melakukan perang salib melawan Islam. Dia juga mengungkapkan kebencian terhadap demokrasi gaya Barat yang menciptakan masyarakat dengan keragaman budaya yang ditentangnya.(bbc/sya)


 
Berita Terkait Teroris Oslo
 
Hakim Tolak Teroris Oslo Beri Pernyataan
 
Aksi Teroris Oslo Terekam Kamera
 
Ormas Islam Kecam Aksi Teroris Oslo
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]