Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Pungli
Hakim Kembali Bebaskan 2 Terdakwa Kasus Mega Pungli Komura, Gafar dan Dwi
2017-12-22 08:44:25

Tampak suasana sidang vonis bebas.(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Hakim Pengadilan Negeri Samarinda Kalimantan Timur kembali membebaskan dua (2) terdakwa kasus mega Pungutan Liar (Pungli) di Pelabuhan Terminal Peti Kemas Palaran, Kota Samarinda yakni Ketua Koperasi Samudera Usaha (Komura) Samarinda Jafar Abdul Gaffar dan sekretarisnya Dwi Hari Winarno.

Kasusnya sebelumnya telah menghebohkan Samarinda hingga Kaltim, akhirnya kini Hakim menjatuhkan vonis bebas dari semua tuduhan yang diputus majelis hakim Pengadilan Negeri Samarinda pada, Kamis (21/12).

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Joni Kondolele, SH yang mendapatkan perhatian dari ratusan buruh Komura dan keluarganya yang memenuhi semua ruang sidang dan sisi ruang sidang PN Samarinda dan di kawal ketat oleh puluhan Brimob Polda Kaltim tersebut dengan membebaskan kedia terdakwa yang sebelumnya oleh jaksa penuntut umum (JPU) selama 15 tahun penjara.

"Membebaskan terdakwa dari semua tuduhannya dan mengembalikan semua harta yang disita baik yang bergerak dan yang tidak bergerak," ujar ketua majelis hakim Joni Kondolele dalam amar putusannya.

Majelis hakim yang dipimpin ketua majelis hakim Joni Kondolele SH, menilai, kedua terdakwa tidak terbukti melakukan perbuatan pungli sebagaimana. Selain menuntut 25 tahun penjara juga denda Rp 2,5 miliar kepada Jafar dan Dwi.

Dengan kembali membebasnya Ketua Komura Jafar Abdul Gafar dan Dwi sehingga menjadi catatan tersendiri bahwa ke empat terdakwa kasus mega pungli di pelabuhan yang dinyatakan OTT oleh Mabes Pokri semuanya dibebaskan hakim PN Samarinda, karena sebelumnya pada tanggal (12/12) hakim yang di pimpin Joko juga hakim membebaskan dua terdakwa yaitu Hery Susanto Gun Ketua Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB) Noor Asriansyah alias Elly Sekretaris Koperasi Serba Usaha PDIB yang di tuntun Jaksa Penuntut Umum masing-masing dituntut hukuman 10 dan 6 tahun.

Mendengar amar putusan hakim yang menyatakan tidak bersalah yerdakwa Jafar Abdul Gaffar yang mendengarkan dengan berdiri menghadap hakim langsung melakukan sujud syukur di ruang Pengadilan Negeri Samarinda sebagai ucapan rasa sukurnya.

Ucapan takbir dan teriakan histeris dari penjung sidang yang memenuhi ruang sidang yang berusaha menghampiri Gafar juga isakan tangis dari seluruh pendukung kedua terdakwa.

Dengan di putuskan bebas kedua yerdakwa langsung akan meninggalkan Lapas dan Rutan Samarinda.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Pungli
 
KPK Ajak Masyarakat Laporkan Praktek Pungli Bantuan Sosial di JAGA BANSOS
 
Kajari Kampar Suhendri Tangkap Sekdes Gunung Sari terkait Pungli Program Prona
 
Polda Banten Tetapkan 3 Tersangka Kasus Dugaan Pungli RSDP Serang
 
Dorong Sekolah Bebas Pungli, Legislator Ingatkan Pemerintah Perkuat Pengawasan
 
Resmob PMJ Tangkap 4 Preman Pemalak Sopir Bajaj dan Pengunjung Pasar Tanah Abang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Evaluasi Kinerja BGN Copot Dadan Hindayana
PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]