Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Aceh
Hahh!!! Oknum Polisi Juga Aniaya Siswa MAS
Thursday 11 Apr 2013 21:14:24

Munawar (kiri) warga Aceh Utara yang dianiaya oknum polisi.(Foto: BeritaHUKUM.com/sul)
LHOKSUKON, Berita HUKUM - Kasus penganiayaan dengan cara disetrum oleh oknum polisi ternyata juga dialami Munawar (19) siswa kelas 2 Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Samudera, Aceh Utara.

ABG tersebut mengalami penganiayaan yang serupa dengan Faisal (17) warga Cibrek Tunong, Syamtalira Arun. Polisi menduga ia sebagai pelaku sindikat pencurian sepeda motor. Karena tak terbukti bersalah akhirnya Munawar bin Tgk Makhsin (19) warga Desa Tanjung Hagu, Samudera, dilepaskan oleh oknum satuan reserse kriminal Polres Aceh Utara.

Penangkapan tersebut terjadi bersamaan dengan kejadian korban penyetruman terhadap Faisal pada Minggu (11/4) sekira pukul 05:00 WIB, Munawar saat itu dijemput 6 orang anggota berpakaian preman di rumah kawannya bernama Rijal, di Kecamatan Tanah Luas.

Oknum anggota polisi tersebut menggedor-gedor rumah Rijal juga dengan cara tidak sopan dan dinilai terkesan asal main tangkap saja. Lalu Munawar pun dibawa ke dalam mobil yang dikendarai oleh oknum polisi tersebut menuju Polres Aceh Utara.

"Saya masih tidur tiba-tiba mereka datang secara tidak sopan, dan memaksanya untuk masuk ke dalam mobil," ujarnya polos.

Selama dalam perjalanan ABG itu mengaku bagian tubuhnya disetrum hingga 10 kali, ditampar dan ditendang oleh oknum polisi tersebut. Lalu oknum polisi berpakaian preman itu membawa mobilnya mengarah ke rumah Faisal bin Amri Usma (korban penganiayaan). Sesaat kemudian Faisal pun dijemput dalam satu kendaraan bersama Munawar menuju Mapolres Aceh Utara.

Dijelaskan, selama di Mapolres oknum polisi itu memaksa ABG untuk mengaku sebagai pencuri sepmor, lalu disetrum berkali-kali, ditendang, ditampar, tanganya juga disulut dengan api rokok serta disuruh jongkok dan kepalanya ditaruk kursi kayu. "Saya dianiaya oleh mereka seperti binatang pak," tuturnya.

Karena tak terbukti melakukan pencurian, pada Senin pagi (8/4) sekira pukul 07:00 WIB siswa itu diberi uang Rp 10.000 untuk ongkos pulang kerumah sembari diancam jangan bilang-bilang ke orang bahwa dia di hajar oknum polisi tersebut.

Tgk Maksin, selaku ayah korban kepada pewarta BeritaHUKUM.com, Kamis (11/4) mengaku sangat menyesalkan terhadap tindakan para penegak hukum tersebut. Ia berharap kepada pihak yang berwenang untuk mengusut tuntas dan menghukum mereka sesuai hukum yang berlaku.

Sebagaimana disampaikan Wakapolres Aceh Utara, Herry Afandi, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya yang terlibat dalam penganiayaan tersebut.

"Jika terbukti anggotanya melakukan penganiayaan, maka kita akan menindaknya," tutup Wakapolres Aceh Utara.(bhc/sul)


 
Berita Terkait Aceh
 
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
 
• Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
• Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
• Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
• Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]