Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Soekarno
Haedar Nashir Sebut Lima Teladan Bung Karno yang Patut Dicontoh
2021-06-23 15:09:59

YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam peringatan 51 tahun Wafatnya Presiden Soekarno atau Bung Karno mengatakan bahwa Bung Karno sampai saat ini selalu menjadi kenangan dan jejak sejarah penting bagi bangsa Indonesia.

"Bung Karno sebagaimana tokoh bangsa lain tentu sebagai manusia biasa selalu ada kekurangan dan kelebihan, tetapi sebagai tokoh perjuangan bangsa, beliau memiliki tempat khusus, yang harus kita kenang, dan ikuti jejak sejarah perjuangan pemikiran dan langkahnya yang sangat penting, strategis dan tiada tara untuk kepentingan bangsa dan negara," tutur Haedar pada Senin (21/6) malam.

Dari kaca mata Haedar Nashir, terdapat lima pelajaran yang dapat dipetik dari jajak perjuangan Bung Karno. Pertama, Bung Karno telah memberi contoh dalam penghidmatan perjuangan dan pengorbanan yang tanpa pamrih untuk Indonesia, baik saat melawan penjajah maupun setelah Indonesia merdeka.

Kedua, Bung Karno merupakan sosok yang bersahaja dan mencintai rakyat kecil, sampai akhir khayatnya Bung Karno dikenang tidak berlimpah harta dan materi, tetapi sejarah perjalanannya beliau sangat mencintai rakyat kecil dari lahir dan batin.

Ketiga, dari Bung Karno kita belajar tentang sosok pemimpin yang cerdas berilmu, berwawasan dan bervisi kebangsaan yang melintas batas. Bung Karno sosok pembelajar yang haus akan ilmu, belajar pada siapa pun, termasuk kepada Cokro Aminoto, Kiyai Dahlan dan tokoh lain yang menjadi rujukan dari perjalanannya. Bung Karno juga sosok yang gemar membaca dan visi kebangsaanya melampaui pada zamannya.

Keempat, Bung Karno juga sosok yang mampu mengintegrasikan keagamaan, keislaman dan kebangsaan. Ketika piagam Jakarta kemudian kompromi, lalu lahir kesepakatan yang menjadi dasar konstitusi 18 Agustus 1945 tentang Pancasila dalam sila ketuhanan yang maha esa adalah bukti dari Bung Karno yang selalu mencari titik temu tentang agama, dan keislaman keindonesiaan.

"Dan waktu mengeluarkan dekrit 5 juli 1959 disebutkan piagam Jakarta adalah menjiwai UUD 1945, Bung Karno telah memberi teladan bahwa agama dan islam bukanlah lawan dari keindonesiaan dan kebangsaan tetapi satu senyawa untuk Indonesia," tutur Haedar.

Kelima, dari Bung Karno kita belajar tentang kenegarawanan. Jiwa negarawan Bung Karno melintas batas dan melapaui segalanya. Beliau mengutamakan dan mementingkan kebangsaan daripada kepentingan individu dan kelompoknya.

"Bung Karno berdialog dengan siapa jasa, dan tetap menjalin hubungan hatta dengan mereka yang berpandangan politik yang bertentangan. Beliau menjadi sosok saat krisis yang mampu menempatkan kepentingan rakyat, kepentingan bangsa di atas segalanya," ujar Haedar.

Bagi Haedar lima teladan ini disamping masih banyak teladan lain harus menjadi rujukan kita yang mengenang dan mencintai Bung Karno dan ingin meneruskan jejak Bung Karno.

"Bagaimana kita selalu berjuang tanpa pamrih, bersahaja tanpa memupuk materi, dan mencintai rakyat kecil lahir dan batin dengan perbuatan nyata, menjadi orang cerdas berilmu dan memliki visi yang luas, mengintegrasikan visi keislaman dan keindonesiaan serta tampil menjadi negarawan-negarawan untuk Indonesia yang kita cintai, banggakan dan dicita-citakan pendiri bangsa," tutup Haedar.(muhammadiyah/bh/sya)


 
Berita Terkait Soekarno
 
Haedar Nashir Sebut Lima Teladan Bung Karno yang Patut Dicontoh
 
Peringatan Kelahiran Bung Karno Ke 115: Lahirnya Soekarno Putra Sang Fajar
 
Semangat Bung Karno Memajukan Islam Bersama Muhammadiyah
 
Generasi Muda Diminta Pahami Pemikiran Bung Karno
 
Para Menteri pada Bela Jokowi Soal Tempat Lahir Bung Karno
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Atasi Pandemi Covid-19, Mulyanto Minta Pemerintah Kurangi 'Gimmick'
Hergun: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang
Ditunjuk Jadi Kapolres Katingan, AKBP Paulus Sonny: Mohon Doanya
Kassubag Pengadaan Korlantas AKBP Satrio Wibowo Raih Promosi Jabatan Kombes di Polda Metro Jaya
Riset Menunjukkan Masyarakat Indonesia Kurang Keadaban dalam Bermedsos, Apa yang Salah?
AMAN, WALHI, dan KPA Kritik Pemerintah Mengatasi Pandemi yang Tak Efektif, Tak Adil, dan Abai pada Rakyat Kecil
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Irwan Fecho: Mereka Sadar Kekuasaan di Ujung Tanduk, Sehingga Demokrat Harus Jadi Kambing Hitam
Di HBA, Jaksa Agung Sampaikan 7 Perintah Harian Kepada Seluruh Jaksa
PKS: Meski Kasus Turun, Positivity Rate Indonesia Jauh Dari Standar WHO
Cara Mendapat Obat Gratis Khusus Pasien COVID-19 yang Isoman
Wakil Ketua MPR Tagih Janji Semua Bansos PPKM Darurat
Pemerintah Harus Ambil Langkah Darurat Selamatkan Rakyat dan Sistem Kesehatan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]