Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Muhammadiyah
Haedar Nashir: Muhammadiyah Telah Menyambung Mata Rantai Sistem Pendidikan Islam di Indonesia
2017-10-17 20:02:08

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir.(Foto: Istimewa)
GARUT, Berita HUKUM - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir hadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah (LP3M) pada, Selasa (17/10) di Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah Garut.

Dalam pembukaan yang dihadiri Presiden Joko Widodo tersebut, Haedar menyampaikan bahwa Muhammadiyah saat ini telah memiliki 230 Ponpes yang tersebar di seluruh Indonesia.

Haedar juga mengatakan, Muhammadiyah telah menyambung mata rantai dari sistem pendidikan islam Indonesia sebelumnya, yang dulu basisnya kuat di pendidikan Ponpes model lama. Yang mana pada 11 Desember 1911 KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah menggagas Madrasah Diniyah Al-Islamiyah .

Dari satu pihak, model pendidikan yang dibentuk KH Dahlan menyerap model-model pendidikan pesantren masa lalu yang kuat dibasis ilmu-ilmu keagamaan, tetapi seiring dengan perjalanan waktu KH Dahlan memandang tidak cukup jika menghadapi arus baru perkembangan modernitas awal abad ke 20 hanya dengan basis ilmu keagamaan maka digagas lah sistem pendidikan islam modern yang memadukan ilmu-ilmu agama dengan ilmu umum secara terintegrasi.

"Jadi sesungguhnya Muhammadiyah lah penggagas Madin, tetapi dengan format baru," ujar Haedar.

Haedar menambahkan, apa yang dilakukan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan tidak lain yaitu ingin mencerdaskan kehidupan bangsa, serta mewujudkan pendidikan yang maju di Indonesia.

"Dan tidak kalah pentingnya Muhammadiyah ingin bangsa ini semakin lama semakin unggul, berdaya saing tinggi, dan menjadi khoiru ummah (ummat yang terbaik)," ungkap Haedar.

Haedar optimis dari Ponpes-Ponpes Muhammadiyah kedepan akan lahir kader yang memiliki pemikiran cemerlang dan berkarakter, sehingga mampu membawa bangsa Indonesia berkemajuan.

Acara ini dihadiri 1.500 santri, dewan guru dan seluruh pengurus Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, 250 delegasi peserta Rakornas, 200 pesantren Muhammadiyah se-Indonesia serta 1.000 tamu undangan dari berbagai Pimpinan Daerah dan Cabang Muhammadiyah se-Jawa Barat serta perwakilan sekolah negeri maupun swasta.(adam/raipan/muhammadiyah/bh/sya)


 
Berita Terkait Muhammadiyah
 
• Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
 
• Kalender Hijriah Global Tunggal: Lompatan Ijtihad Muhammadiyah
 
• Jusuf Kalla Sebut Pikiran Moderat Haedar Nashir Diperlukan Indonesia
 
• Tiga Hal yang Perlu Dipegang Penggerak Persyarikatan Setelah Muhammadiyah Berumur 111 Tahun
 
• 106 Tahun Muhammadiyah Berdiri Tegak Tidak Berpolitik Praktis, Berpegang pada Khittah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]