Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pilpres 2014
Hadapi Pemilu 2014, Mahfud MD Bentuk Tim Kecil
Wednesday 03 Apr 2013 23:45:35

Ilustrasi, Mahfud MD saat diarak pendukungnya meninggalkan gedung MK, Senin (1/4).(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengaku telah memiliki tim kecil yang akan membantunya untuk maju dalam bursa calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang.

"Ada tim kecil berjumlah enam orang yang akan membantu saya nanti. Mereka itu orang-orang terdekat saya yang rela bekerja secara sukarela," kata Mahfud saat menggelar kegiatan ramah tamah di rumah dinasnya di kawasan Widya Chandra, Selasa (2/4).

Tim kecil itu, dijelaskan Mahfud, bertugas untuk menganalisis visi setiap partai politik. Seperti diketahui, dalam kurun beberapa waktu terakhir, sejumlah partai politik mulai melakukan pendekatan informal terhadap Mahfud. Hasil analisis itu, lanjut Mahfud, yang nantinya akan digunakannya untuk menentukan keputusan politiknya, termasuk partai politik yang akan dipilihnya.

Terkait komunikasi politik antara sejumlah parpol dan dirinya, Mahfud mengatakan, hal tersebut masih bersifat informal. Sampai saat ini, masih belum ada pembicaraan konkret menuju pencalonan presiden maupun wakil presiden pada Pemilu 2014.

"Hanya sebatas visi partai saja. Kalau untuk pencalonan belum, karena pemilu saja belum mulai," katanya.

Selai itu, Mahfud MD mengaku, sejumlah partai politik sudah melakukan komunikasi informal terkait kemungkinan pengusungannya sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden. Namun, katanya, belum ada pernyataan resmi dari partai politik untuk memintanya maju pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang.

"Kalau mengajak secara resmi, belum, tapi saling tukar pikiran, lempar-lempar bola itu sering. Tapi, semua belum final kan? Partai pun belum bisa mengajak orang sekarang. Harus menunggu pemilu dulu, dong," kata Mahfud, saat open house di rumah pribadinya, kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Senin (1/4) malam.

Mahfud mengatakan, yang dilakukannya saat ini adalah mempelajari visi dan misi partai-partai politik sebelum memutuskan akan bergabung.

"Masih banyak hal yang harus dianalisis. Terkait apakah nanti akan masuk ke dalam partai yang berbasis agama atau tidak kita lihat saja nanti. Menurut saya, saat ini banyak juga partai Islam yang diisi oleh orang yang tidak benar, begitu pula sebaliknya. Maka dari itu, saya akan lihat dulu komitmen dari partai itu sendiri," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Bulan dan Bintang Sahar L Hassan mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi informal dengan Mahfud MD. "Komunikasi sudah dilakukan karena nama Pak Mahfud kerap dibicarakan di dalam setiap kesempatan," katanya.

Menurut Sahar, Mahfud merupakan calon potensial untuk menjadi pemimpin negara. "Track record Pak Mahfud cukup baik di masyarakat," ujarnya.

Seperti dikutip dari kompas.com, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung juga mengungkapkan pernyataan senada. Ia mengatakan, Golkar juga telah melakukan komunikasi dengan Mahfud. Dalam komunikasi tersebut, nama Mahfud diajukan untuk dijadikan salah satu kandidat calon wakil presiden yang akan mendampingi calon presiden dari Partai Golkar, Aburizal Bakrie alias Ical.

"Kalau secara resmi belum, tetapi secara tidak resmi, saya kira sudah cukup sering," katanya.

Bersedia "nyapres"

Sebelumnya, Mahfud menyatakan bersedia menjadi calon presiden apabila rakyat menghendaki.

"Karena saya sudah boleh bicara politik, sekarang saya nyatakan, kalau rakyat memercayai itu, sebagai seorang warga negara yang baik, (saya) tidak akan menolak kepercayaan tersebut," ucap Mahfud seusai mengikuti acara pisah sambut di Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (1/4).

Namun, ada sebuah syarat yang diinginkan Mahfud. Ia tidak ingin kepercayaan rakyat itu merupakan kepercayaan yang direkayasa. Meskipun demikian, Mahfud mengaku masih berhitung. Pihaknya masih menghimpun data, informasi, dan menganalisis jaringan politik, partai politik, dana, dan sebagainya.(dbs/bhc/opn)


 
Berita Terkait Pilpres 2014
 
Jelang Pilpres, Bang Yos 'Nyekar' ke Asta Tinggi
 
Bupati Gorontalo Minta Dahlan Gandeng Bupati Kutai Timur Kepilpres
 
Pilpres 2014, Jika Tanpa Jokowi Bukan Pemilu
 
Politisi Narsis, Jalankanlah Politik Etis
 
Jelang Pilpres 2014, Idham: Partai Tidak Mau Kalah Start
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]