Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
PBNU
Hadapi Pelemahan Ekonomi, Presiden Jokowi Minta PBNU Tenangkan Rakyat, Tidak Panik
Thursday 27 Aug 2015 12:55:38

Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siraj dan Rais Aam PBNU KH. Ma’ruf Amin menjawab wartawan seusai diterima Presiden Jokowi, di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/8).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, bahwa negara dalam keadaan yang cukup memprihatikan karena pengaruh global, ekonomi global, karena itu perlu ada upaya-upaya yang lebih intensif dan perlu adanya kesabaran (dalam menghadapinya).

Kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2015-2020 yang menghadapnya, Presiden Jokowi meminta agar menenangkan rakyat, terutama warga Nahdliyin tenang, tidak panik menghadapi ekonomi yang sedang melemah ini, dan memberikan pemahaman kepada mereka bahwa ini akibat ekonomi global, dan memberikan rasa optimisme kepada warga NU, jangan sampai menjadi orang putus asa.

“Kita harus tetap optimis. Insya Allah pemerintah akan berupaya keras, sebulan dua bulan, tidak lama lagi bisa selesai,“ kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj seusai bersama pengurus PBNU periode 2015-2020 melaporkan hasil Muktamar PBNU di Jombang, Jatim, kepada Presiden Jokowi, di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/8) pagi.

Said Aqil mengharapkan warga NU agar terus kerja keras, yang petani tetap ke sawah, yang pedagang tetap berdagang, karena Insya Allah kita tidak kurang pangan, tidak kurang bahan pokok. “Presiden akan mempertahankan harga bahan pokok dan BBM, tidak akan dinaikkan,” jelas Said.

Kemitraan

Sebelumnya Rais Syuriah PBNU KH. Ma’ruf Amin mengatakan, bahwa kedatangan pengurus PBNU untuk bersilaturahim dengan Presiden Jokowi dimaksudkan untuk menyampaikan terima kasih karena Presiden telah membuka Muktamar NU di Jombang.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dilaporkan hasil-hasil yang dicapai dalam Muktamar NU di Jombang. PBNU juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan kemitraan dengan pemerintah, dengan negara, untuk bersama-sama mengatasi berbagai tantangan, baik yang sifatnya paham-paham yang menyimpang, aliran-aliran yang menyimpang, radikalisme, dari berbagai kelompok, atau dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi negara.

Mendampingi Presiden Jokowi saat menerima pengurus PBNU periode 2015-2020 itu antara lain Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.(UN/DNS/ES/setkab/bh/sya)


 
Berita Terkait PBNU
 
PBNU Sesalkan 5 Tokoh Nahdliyin Temui Presiden Israel: Lukai Perasaan Muslim
 
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman Sambangi PBNU
 
Cetak Sejarah, Akhirnya Kyai Said Aqil PBNU Dapat Jatah Komisaris BUMN
 
Said Aqil Sebut Suara NU Dimanfaatkan Di Pilpres, Haikal Hasan: Itulah Tingkah Pemerintah Kita
 
Pembakaran Bendera Tauhid Jadi Catatan Penting untuk Dikaji
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]