Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Kesehatan
Hadapi Covid-19, Indonesia Masih Dibayangi DBD dan TB
2020-04-16 07:19:48

Ilustrasi. Tampak Pengurus RT dan Warga berinisiatif kerja bhakti melakukan penyemprotan Foging nyamuk DBD dan Cikumunya di saat Pandemi Covid-19 di perumahan Pamulang Estate, Tangerang Selatan pada Sabtu (11/4).(Foto: BH /sya),
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari menyampaikan dukungannya kepada Pemerintah yang sedang fokus menangani penyebaran pandemi virus Corona (Covid-19). Namun selain Covid-19, ia mengingatkan bahwa saat ini Indonesia masih menjadi endemis Tuberkulosis (TB) dan harus memberantas Demam Berdarah Dengue (DBD). Indonesia menjadi negara ketiga kasus penderita TB tertinggi setelah China dan India.

"Intinya kami mendukung Pemerintah lebih intensif memberantas DBD dan TBC di tengah Pandemi Covid-19 ini," ungkap Putih dalam RDP Komisi IX DPR RI dengan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dirjen Kesehatan Masyarakat, Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, serta Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI secara virtual, Selasa (15/4).

Selain membahas wabah DBD serta penanganan yang dilakukan dalam menghadapi wabah DBD saat ini, rapat tersebut juga membahas kondisi terkini TB di Indonesia serta penanganan yang dilakukan dalam mengendalikan TB untuk mencapai misi bebas TB Tahun 2030. Putih Sari menyampaikan penanganan penyakit menular TB juga perlu diperhatikan meski di tengah merebaknya wabah Covid-19.

Pemerintah memang sibuk mengatasi Covid-19, namun jangan sampai abai dengan penyakit lainnya, seperti DBD dan TB yang juga menyebabkan tingginya angka kematian di Indonesia. Menurutnya, sebagian masyarakat masih kesulitan dalam mengakses obat sehingga alokasi anggaran untuk TB harus ditingkatkan. Selain itu, penguatan infrastruktur fasilitas pelayanan kesehatan juga diperlukan. Hal ini penting untuk menekan Multidrug - Resistant Tuberculosis dan TB laten yang sangat besar di tanah air.

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, perlu sinergi lintas sektor dalam upaya promotif dan preventif untuk memerangi TBC. Ia juga mengingatkan agar rekomendasi WHO dan protokol kesehatan dipastikan tetap berjalan dengan baik, kendati di masa pandemi Covid-19. Putih juga mengusulkan agar pasien yang terduga terinfeksi Covid-19 namun hasil testnya negatif, agar melakukan juga pemeriksaan TB. Mengingat, kedua penyakit tersebut sama-sama menyerang penyakit pernapasan.

"Dalam rangka eliminasi TB, tentu dipikirkan bagaimana kalau ada yang terduga Covid-19 namun hasil testnya negatif, bisa dipastikan juga melakukan pemeriksaan TB karena sebagian gejala Covid dan TB ini kan sama. Saya kira juga perlu diasumsikan, penyintas TB salah satu yang beresiko tinggi terpapar Covid-19, sehingga mereka bisa diprioritaskan screening Covid atau rapid test. Intinya bagaimana promosi penyakit TBC ini bisa lebih intensif karena gejalanya sangat mirip, tetapi informasi di masyarakat masih kurang. Jadi, kami mendorong Kemenkes agar lebih masif mensosialisasikan penyakit TB di tengah Pandemi," tandas Putih.(ann/sf/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Kesehatan
 
Obat yang Beredar di Masyarakat Harus Terjamin Keamanan dan Kelayakannya
 
Koordinator SOMASI Jakarta Sambangi Dua Kementerian, Terkait Peredaran Produk Formula Kuras WC dan Anti Sumbat Ilegal
 
RUU Kesehatan Sepakat Dibawa ke Paripurna, 7 Fraksi Setuju dan 2 Fraksi Menolak
 
Anggota DPR Rieke Janji Perjuangkan Jaminan Kesehatan dan Hari Tua bagi Pekerja Migran Indonesia dan Keluarganya
 
Nasib Nakes Honorer Tidak Jelas, Netty Prasetiyani: Pelayanan Kesehatan Berpotensi Kolaps
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]