Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Gunung Api
Gunung Guntur Kritis, Pemda dan Masyarakat Diminta Antisipasi Kemungkinan Terburuk
Wednesday 10 Apr 2013 11:22:48

Gunung Guntur.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief, mengingatkan semua pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Garut dan Pemda Jabar agar segera mempersiapkan masyarakat menghadapi kemungkinan terburuk, akibat aktivitas vulkanik di Gunung Guntur.

“Berdasarkan sejarah kebencanaan kita, letusan Gunung Guntur punya sejarah yang mengkhawatirkan, mudah-mudahan kritis ini tidak menjadi letusan,” kata Andi Arief di Jakarta, Selasa (9/4) malam.

Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono menyatakan kondisi Gunung Guntur Kabupaten Garut Jawa Barat sudah beberapa kali mengalami kondisi kritis ditandai dengan adanya gempa tremor secara terus menerus.

“Ini kritis apalagi 150 tahun tidak pernah meletus,” kata Surono saat meninjau langsung Pos Pengamatan Gunung Guntur Kampung Cukangkawung, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Selasa (9/4).

Ia mengatakan hasil pengamatan gempa tremor Gunung Guntur sudah terjadi sebanyak tiga kali berawal sejak ditingkatkannya status gunung tersebut dari normal menjadi waspada, Selasa 2 Apri 2013.

Selanjutnya, gempa tremor terjadi kembali Sabtu (6/4) dan Minggu (7/4) secara terus menerus dan terakhir, Selasa tercatat hingga pukul 13:00 WIB kembali terjadi tremor.

Menurut Surono, jika status Gunung Guntur menunjukan aktivitas tremor berarti perlu diwaspadai karena dikhawatirkan akan terjadi letusan seperti gunung aktif lainnya.

“Ini adalah babak terakhir, meletus, di gunung api lain kalau sudah tremor, itu sudah meleduk,” jelasnya.

Namun tremor itu, kata Surono, belum dapat membuat Gunung Guntur meletus karena ada faktor lain seperti adanya penyumbatan di puncak gunung yang mampu menahan energi letusan.

Menurut dia, jika terjadi letusan gunung terbesar di Garut itu diperkirakan akan berlangsung hingga satu bulan.

Surono menyarankan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar segera melakukan upaya meningkatkan pendidikan tanggap bencana kepada masyarakat untuk mengurangi dampak resiko bencana.

Upaya BPBD itu, kata Surono sebagai antisipasi apabila benar terjadi letusan, maka masyarakat sekitar Gunung Guntur dapat mengungsi ke lokasi radius aman.

“Risikonya bisa dikurangi bagaimana mengantisipasinya, ke arah mana mengungsinya, saya minta BPBD mendidik dan melatih masyarakat mau berbagi ruang dan waktu andaikan gunung meletus,” tukas Surono.(es/skb/bhc/rby)


 
Berita Terkait Gunung Api
 
• Ribuan Pengungsi Gunung Semeru Menanti Kepastian Relokasi
 
• Utamakan Evakuasi Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru
 
• Status Gunung Anak Krakatau Dinaikan Siaga (Level III), Radius Berbahaya Diperluas Menjadi 5 KM
 
• Gunung Soputan di Sulawesi Utara Meletus, Tinggi Kolom Abu Vulkanik Hingga 4 KM
 
• Gunung Berapi Kilauea di Hawaii Meletus, 1.700 Warga Mengungsi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]