Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Presiden SBY
Gunakan Pesawat Baru, SBY: Semua Ini Untuk Presiden Yang Akan Datang
Tuesday 06 May 2014 12:45:53

Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing jenis Business Jet 2 atau BBJ-2 yang baru. Pesawat Boeing 737-800.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono, mulai Senin (5/5) pukul 13.00 WIB melakukan kunjungan kerja ke Bali dan Yogyakarta, dan akan dilanjutkan dengan perjalanan ke Myanmar pada akhir pekan nanti.

Ada yang istimewa dari perjalanan Presiden kali ini, yakni inilah pertama kali Presiden SBY menggunakan Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing jenis Business Jet 2 atau BBJ-2 yang baru. Pesawat Boeing 737-800 yang dibeli dari Amerika Serikat itu tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta pada 10 April 2014 lalu, Saat menjawab pertanyaan wartawan, di sela-sela menunggu kehadiran Putra Mahkota Brunei Darussalam Pangeran Haji Al-Muhtadee Billah dan Paduka Seri Pengiran Anak Isteri Pangiran Anak Sarah, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (5/5) siang, Presiden SBY mengaku belum bisa berkomentar bagaimana rasanya naik pesawat khusus itu.

“Saya belum bisa menjawab karena belum pernah terbang,” kata SBY.

Tapi Presiden bersyukur akhirnya bisa menggunakan pesawat khusus kepresidenan itu.”Satu hal saja, dari 10 tahun masa kepemimpinan saya, alhamdulillah enam bulan terakhir saya bisa menggunakan pesawat yang pada akhirnya menghemat anggaran kita,” ujar SBY.

Presiden menekankan, bahwa pesawat itu diperuntukkan bagi presiden setelahnya. "Dan kesemuanya itu untuk presiden yang akan datang, setelah saya," terang SBY.

Sangat Dekat

Sementara itu dalam sambutannya saat menerima kunjungan kehormatan Putra Mahkota Brunei Darussalam Pangeran Haji Al-Muhtadee Billah dan Paduka Seri Pengiran Anak Isteri Pangiran Anak Sarah, Presiden SBY mengucapkan selamat datang dan juga selamat atas penganugerahan tanda kehormatan yang baru-baru ini diterima oleh Pangeran Brunei.

SBY juga mengucapkan terima kasih atas komitmen Brunei Darussalam untuk tetap menjaga persahabatan antara kedua negara. "Hubungan kita sangat dekat. Mudah-mudahan membawa barokah bagi kedua bangsa, dan membawa kebaikan bagi Indonesia dan Brunei Darussalam di masa depan," kata SBY.

Pangeran Haji Al-Muhtadee Billah dalam sambutannya juga berharap hubungan bilateral kedua negara dapat terus ditingkatkan. Tidak hanya di bidang pertahanan, tapi juga di bidang pendidikan, dan lain-lain.

"Saya ingin kekuatan pertahanan kita lebih akrab. Bukan hanya pertahanan, tapi juga pendidikan dan sebagainya," kata Putra Mahkota Brunei Darussalam.

Saat menerima kunjungan Putra Mahkota Brunei Darussalam Pangeran Haji Al-Muhtadee Billah dan Paduka Seri Pengiran Anak Isteri Pangiran Anak Sarah itu, Presiden SBY didampingi oleh Menlu Marty Natalegawa, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Seskab Dipo Alam.(presidenri.go.id/ES/skb/bhc/sya)


 
Berita Terkait Presiden SBY
 
Presiden SBY Serahkan Dokumen 10 Tahun Pemerintahan ke Arsip Nasional
 
Bertemu 20 Netizen, Ibu Ani: Ini Sore Yang Menyenangkan
 
Presiden SBY Terima Pimpinan DPR, DPD, dan MPR-RI
 
Minggu Terakhir, Presiden SBY ‘Beberes’ Kantor
 
'Bapak Presiden dan Ibu Ani, Kami Selalu Merindukanmu…'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]