Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Amerika Serikat
Gubernur California Kembali Setujui UU Kontroversial
Sunday 09 Oct 2011 23:12:12

Gubernur California, Amerika Serikat, Jerry Brown (Foto: Dailypolitical.com)
SACRAMENTO (BeritaHUKUM.com) – Gubernur Negara Bagian California, Amerika Serikat, Jerry Brown benar-benar sosok penuh kontroversial dan penuh peduli terhadap warga minoritas. Setelah menandatangai UU yang membolehnya sunat, baru-baru ini ia kembali menyetujui UU yang dianggap sebagian besar warganya sebagai aturan kontroversial.

Ternyata, UU yang baru disetujuinya itu, membolehkan seorang imigran haram mendapat bantuan dana pendidikan untuk kuliah di universitas atau perguruan tinggi di AS. Menurut pendukung Brown, UU ini akan menguntungkan perekonomian California. Sebaliknya dengan kubu penentangnya, UU itu justru dianggap akan makin mendorong imigran masuk AS tanpa dokumen sah.

Berdasarkan laporan BBC, UU ini akan berpengaruh terhadap anak-anak imigran yang dibawa ke California oleh orangtua mereka dengan cara ilegal. Terdapat sekitar 2.500 siswa sekolah yang akan berhak mendapat bantuan dengan UU baru ini.

Sementara menurut Gubernur Brown, seorang Demokrat yang mengambil alih California dari kepemimpinan mantan bintang film Arnold Schwarzenegger yang berasal dari kubu Republik, UU ini akan memberi keuntungan bagi California karena siswa-siwa yang paling unggul akan punya kesempatan untuk memperbaiki taraf hidup mereka. Dengan demikian, lanjut Brown, juga "Hidup kita semua."

Namun dalam sebuah negara bagian dengan persoalan imigrasi yang rumit, menurut penentangnya, UU justru akan mengirim pesan bahwa boleh saja datang ke AS secara ilegala serta fasilitas ini justru akan mengurangi kesempatan bagi mereka yang sudah punya hak tinggal sah.

Menurut kubu oposisi, UU ini dipandang tak bisa diterapkan tanpa adanya pengubahan besar pada aturan imigrasi AS secara keseluruhan. UU ini sudah diusulkan sebelumnya namun saat memimpin Californi, Gubernur Schwarzenegger menolak menandatanganinya.

Perubahan angin kebijakan di Californi juga dipandang akan mempengaruhi sikap Washington dalam isu imigrasi. California, negara bagian dengan problem imigrasi yang besar, mungkin akan mempengaruhi sikap Washington terkait upaya meloloskan RUU Pembangunan, Bantuan, dan Pendidikan untuk warga asing bawah umur (DREAM).

Dalam rancangan itu disebutkan bahwa UU DREAM akan membolehkan seorang warga ilegal lulusan SMA untuk menyelesaikan sekolah dalam enam tahun, dan memberi mereka keringanan biaya sekolah atau bisa mendapat jatah bea siswa dari sebuah universitas AS.

UU ini akan mempengaruhi hidup 55.000 anak imigran yang dibawa ke AS secara gelap oleh orangtua mereka, namun tak bisa meneruskan sekolah karena status tinggal ilegal serta mahalnya biaya kuliah.(bbc/sya)


 
Berita Terkait Amerika Serikat
 
• DPR AS Lakukan Pemungutan Suara untuk Makzulkan Biden
 
• Amerika Serikat Lacak 'Balon Pengintai' yang Diduga Milik China - Terbang di Mana Saja Balon Itu?
 
• Joe Biden akan Mengundang Para Pemimpin Indo-Pasifik ke Gedung Putih
 
• AS Uji Rudal Hipersonik Mach 5, Lima Kali Kecepatan Suara
 
• Sensus 2020: Masa Depan Populasi AS Bercorak Hispanik
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]