Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Kerusakan Lingkungan
Greenpeace Membuka "Aib" KFC
Wednesday 23 May 2012 21:43:55

KFC No Good For Rainforests. (Foto: kfc-secretrecipe.com)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Unit usaha waralaba asal Paman Sam, KFC, dikecam oleh Greenpeace, termasuk untuk wilayah Indonesia melalui Greenpeace Indonesia. Greenpeace pun secara terbuka mengajak masyarakat luas untuk mendukung gerakan yang mengarahkan masyarakat menolak perilaku yang dilakukan waralaba asal Amerika yang kini mulai ramai membuka gerainya ke Afrika itu.

“Hutan alam ini bisa berakhir di tempat sampah, jika kita tdk hentikan KFC gunakan produk APP” kicauan Greenpeace melalui akunnya, @GreenpeaceId.

Laman resmi Greenpeace pun mengajak para pengunjungnya untuk mengunjungi laman khusus mengenai perilaku KFC tersebut, yakni www.kfc-secretrecipe.com. Di laman tersebut pengunjung dimintai dukungannya dengan cara memberikan “suara” dan mengisi data singkat. Langkah ini, menurut Greenpeace Indonesia, merupakan langkah konkret. Selain itu, di halaman tersebut pengunjung dapat mendengarkan paparan perihal alasan mereka membuat gerakan yang dinamai “KFC No Good! untuk Indonesia”.

“Bergabunglah dengan gerakan perubahan & minta KFC berhenti membungkus resep rahasianya dari hasil perusakan hutan,” lanjut kicauannya.

“@KFCINDONESIA berhentilah membungkus resep rahasiamu dengan kemasan yang berasal dari perusakan hutan alam Indonesia” sergah @GreenpeaceId.(gp/bhc/frd)


 
Berita Terkait Kerusakan Lingkungan
 
BaCaPres Anies: Kita Tidak Ingin Perekonomian Maju Tapi Ekologi Rusak
 
Jumlah Besar Kelompok Keagamaan Jadi Modal Potensial Gerakan Penyelamatan Lingkungan
 
Kendalikan Kerusakan Lingkungan dengan Kontrol Perizinan
 
Pemprov Kepri Harus Bertanggung Jawab Atas Kerusakan Lingkungan
 
HSBC Berjanji untuk Putuskan Hubungan dengan Perusahaan Perusak Hutan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]