Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
KPK
Giliran Abdullah dan Handoyo Diuji Komisi III
Tuesday 29 Nov 2011 16:41:50

Dua pejabat internal KPK jalani uji keyalakan dan kepatutan (Foto: BeritaHUKUM.com)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Komisi III DPR kembali melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap capim KPK. Pada Selasa (29/11) ini, giliran dua pejabat internal KPK menjalaninya. Mereka adalah Penasihat KPK Abdullah Hehamahua serta Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK Handoyo Sudrajat.

Abdullah yang mendapat kesempatan pertama itu, memaparkan sejumlah gambar dalam rangkaian slide foto. Gambar itu memperlihatkan aksi tawuran pelajar, massa membakar mobil, dan seseorang yang gantung diri di pohon. Abdullah sengaja menayangkan gambar ini untuk menunjukkan dampak korupsi yang bisa menjalar ke masyarakat.

Selain soal gambar, Abdullah ditanya mengenai undangan makan malam dari politisi parpol tertentu. Abdullah pun menjawab takkan datang jika diundang penyelenggara negara. "Kami agendakan dengan pimpinan. Kalau masuk dalam persoalan kasus, kami harus bisa jaga diri. Saya sudah pasti tidak datang," jawabnya

Pada bagian lain, Abdullah setuju jika seorang pimpinan KPK tidak boleh bicarakan kasus korupsi yang sedang ditangani KPK. Pimpinan institusi tersebut cukup menyerahkan persoalan kasus kepada humas. Hal ini bertujuan, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi kepada publik. "Untuk kasus-kasus harus hati-hati, agar tidak terjadi miss komunikasi KPK dengan masyarakat luas," imbuhnya.

Sementara itu, capim KPK lainnya, Handoyo Sudradjat mengaku belum puas dengan kinerja institusinya saat ini. Pasalnya, KPK dianggap masih belum optimal. "Saya belum puas (KPK sekarang). KPK masih bisa lebih optimal lagi," ujar di hadapan para anggota Komisi III DPR.

Handoyo juga menginginkan KPK menjadi motor penggerak bagi lembaga-lembaga hukum lainnya, seperti Kepolisian dan Kejaksaan dalam upaya pemberantasan korupsi. Sedangkan terkait adanya masalah penyidik yang tidak bersih, tidak bisa hanya menuding. Semuanya harus disertai bukti. "Tapi KPK pasti menindaklanjuti setiap informasi dugaan seperti itu,” imbuhnya.(dbs/rob)


 
Berita Terkait KPK
 
• Pecah Rekor 3 kali OTT KPK dalam Sehari, Siapa Saja Pejabat yang Terseret?
 
• KPK Bakal Terbitkan Sprindik Baru untuk Saksi Ahli Prabowo-Gibran di MK,Ali: Sudah Gelar Perkara
 
• Firli Bahuri Mundur sebagai Ketua dan Pamit dari KPK
 
• Polda Metro Tetapkan Komjen Firli Bahuri sebagai Tersangka Kasus Peras SYL
 
• Ungkap Serangan Balik Koruptor, Firli: Kehadiran Saya ke Bareskrim Bentuk Esprit de Corps Perangi Korupsi Bersama Polri
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]