Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Gerindra
Gerindra Tegaskan Tidak Akan Berkoalisi dengan Partai Pemerintah
Sunday 10 Jan 2016 12:10:55

Ilustrasi. Silaturahmi dan Orientasi Anggota DPR RI anggota Koalisi Merah Putih (KMP).(Foto: BH/mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Arief Poyuono mengatakan, bahwa Partai Gerindra tidak akan berkoalisi dengan partai pemerintah serta menolak para kadernya dijadikan sebagai menteri dalam susunan kabinet kerja.

Namun dengan demikian, Arief menegaskan, Gerindra akan tetap bersinergi dalam proses membangun bangsa yang lebih baik. Demikian yang dikatakan Arie Poyuono dalam agenda diskusi publik bertema “Jokowi vs JK dalam Isu Reshuffle Jilid II” yang diselenggarakan oleh Institute Ekonomi Politik Soekarno Hatta di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (8/1).

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan mempesilahkan Partai Golkar untuk bergabung dengan partai pendukung pemerintah. Ia juga tidak mempermasalahkan partai lain di Koalisi Merah Putih untuk menyeberang.

"Nggak masalah. Gerindra selalu siap sendirian. Dari 2014 juga siap. Kalau mau bergabung ke pemerintah, silakan. Tapi kami tidak," tuturnya di Gedung Nusantara III DPR pada Jumat, (8/1).

Meski begitu, KMP berencana untuk mengadakan pertemuan membahas sikap Golkar dan partai politik lain yang ingin beralih haluan dari partai oposisi menjadi pendukung pemerintah. "Untuk menyikapi dan mengevaluasi situasi kondisi perkembangan politik terakhir," katanya.

Pertemuan yang akan digelar pekan depan itu bakal dihadiri oleh semua partai yang tergabung dalam KMP yakni Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Persatuan Pembangunan. "Setiap pertemuan KMP, kami pasti lengkap," ujar Fadli Zon.

Sebelumnya, ada beberapa partai politik yang tadinya berada di kubu Koalisi Merah Putih, atau kubu opisisi sekarang pindah ke Koalisi Indonesia Hebat atau kubu pemerintah. Beberapa partai yang mulai merapat ke kubu pemerintah adalah PAN, PPP, dan terakhir Partai Golkar.

Dalam rapat konsolidasi pimpinan yang digelar oleh kepengurusan Golkar hasil Munas Bali pada 5 Januari kemarin, kubu yang dipimpin oleh Aburizal Bakrie itu menghendaki Golkar menjadi partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK. Akan tetapi, keputusan mengenai itu baru akan diketok pada rapat pimpinan nasional Golkar pada akhir bulan ini.(chienk/aktual/ANGELINAANJARSAWITRI/tempo/bh/sya)


 
Berita Terkait Partai Gerindra
 
Gara-gara Benur, Gerindra Babak Belur
 
Sindir RY, Gerindra Ingatkan Bahaya DNA Koruptor di Bogor
 
Sandiaga Uno Kembali ke Gerindra dan Tak Incar Posisi
 
Menang Gugatan Pengadilan, Mulan Jameela dkk Siap Menatap Senayan
 
Gerindra: Demi Indonesia, Prabowo Rela Dikecam karena Bertemu Jokowi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]