Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Gerindra
Gerindra Minta Tak Capreskan Jokowi, Ini Tanggapan PDIP
Wednesday 04 Sep 2013 22:05:30

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Partai Gerindra berharap PDIP tidak mengajukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden dalam Pilpres 2014.

Sebab, menurut Sekertaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, Jokowi harus menepati janjinya untuk berkonsentrasi mengurus Jakarta.

Lalu apa tanggapan PDIP?

Ketua Fraksi PDIP, Puan Maharani menegaskan, Jokowi adalah kader PDIP yang paham dengan mekanisme dan aturan internal yang ada dalam partai.

"Jadi saya rasa terimakasih atas usul dan sarannya. Tapi lebih baik kita fokus dan mengurus urusan internal kita masing-masing, partainya masing-masing," kata Puan di Gedung DPR, Rabu 4 September 2013.

Puan menegaskan, meski saat ini partainya dan Gerindra masih memiliki hubungan yang baik, tetapi dalam Pemilu 2014 mendatang, belum diputuskan dengan siapa PDIP akan berkoalisi.

"Yang pasti pintu PDIP terbuka sama siapa saja dan diharapkan pintu teman-teman buat PDIP juga terbuka, jadi kita sama-sama jalin komunikasi yang baik dan benar," ujar Puan, seperti dikutip dari viva.co.id.(adi/vvc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Partai Gerindra
 
Gara-gara Benur, Gerindra Babak Belur
 
Sindir RY, Gerindra Ingatkan Bahaya DNA Koruptor di Bogor
 
Sandiaga Uno Kembali ke Gerindra dan Tak Incar Posisi
 
Menang Gugatan Pengadilan, Mulan Jameela dkk Siap Menatap Senayan
 
Gerindra: Demi Indonesia, Prabowo Rela Dikecam karena Bertemu Jokowi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]