Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Gerindra
Gerindra Kukuh Ingin Perubahan RUU Pilpres
Tuesday 09 Jul 2013 18:52:46

Bendera Partai Gerindra.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Presidential threshold sebesar 20 persen dalam Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum Presiden (RUU Pilpres) masih menjadi perdebatan dalam Badan Legislasi (Baleg) DPR. Ada fraksi yang jelas menolak perubahan, ada pula yang tegas menyetujui perubahan.

Anggota Badan Kegislasi dari Gerindra Martin Hutabarat mengatakan, Fraksi Partai Gerindra tetap mendukung perubahan RUU Pilpres. "Kami jelas, masyarakat menginginkan munculnya pemimpin baru masa depan. Kalau dengan presidential threshold 20 persen, hanya dua atau tiga yang bisa dicalonkan," ujar Martin dalam Rapat Baleg terkait RUU Pilpres di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (9/7).

Tapi kalau ada perubahan, jelas Martin, berarti wakil rakyat menyikapi keinginan masyarakat untuk mendapat pemimpin baru. Karena itu, Martin mendesak harus ada keputusan dari apa yang telah dibicarakan. Menurut dia, sudah terlalu lama Badan Legislasi DPR tak juga menemukan keputusan.

"Dari 262 pasal RUU Pilpres kita sudah sepakat 120 pasal dan ada 122 pasal tambahan. Pendapat sudah banyak diberikan. Jadi kami dukung perubahan itu," tegasnya, seperti yang dikutip dari metrotvnews.com, pada Selasa (9/7).

Martin mengungkapkan, akan sangat lucu jika pada akhirnya DPR seperti berbalik badan seolah tak pernah membicarakan perubahan RUU Pilpres. "Kita harus berani ambil sikap. Kita tidak boleh menafikan apa yang sudah kita bicarakan," jelas Martin.(gf/mtn/bhc/rby)


 
Berita Terkait Partai Gerindra
 
Gara-gara Benur, Gerindra Babak Belur
 
Sindir RY, Gerindra Ingatkan Bahaya DNA Koruptor di Bogor
 
Sandiaga Uno Kembali ke Gerindra dan Tak Incar Posisi
 
Menang Gugatan Pengadilan, Mulan Jameela dkk Siap Menatap Senayan
 
Gerindra: Demi Indonesia, Prabowo Rela Dikecam karena Bertemu Jokowi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]