Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres 2014
Gerindra Bisa Salip Demokrat
Wednesday 15 May 2013 21:59:57

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargen.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketokohan Prabowo Subianto dalam Partai Gerindra dinilai Pemilih Indonesia cukup ampuh menaikkan elektabilitas dalam Pemilu 2014 nanti.

Berdasarkan kajian kuantitatif pada Pemilu 2009, Partai ini akan mampu meraih 4,46 persen suara. "Lalu ditambah dari kerja politik yang terus maju dan perannya sebagai partai oposisi di parlemen bersama PDI Perjuangan membuat Gerindra makin menjadi ancaman bagi partai menengah lama," ujar Direktur LPI, Boni Hargens saat mengumumkan hasil kajiannya di Cafe Galeri, Jakarta, Rabu (15/5).

Sehingga, Gerindra niscaya melewati 5 persen dan menjadi partai menengah baru. "Karena tidak menutup kemungkinan bisa menjadi persinggahan suara pemilih migrasi dalam Pemilu 2014, yang dalam pemilu sebelumnya memilih partai lain," ungkap Boni.

Bahkan, bukan tidak mungkin suaranya akan melonjak dalam Pemilu 2014. Dan tidak mungkin Gerindra mengulangi sukses PKS dan Demokrat.

"Dan bisa berderet bersama PDI-P dan Golkar sebagai partai terkuat," kata Boni.(bhc/riz)


 
Berita Terkait Pilpres 2014
 
Jelang Pilpres, Bang Yos 'Nyekar' ke Asta Tinggi
 
Bupati Gorontalo Minta Dahlan Gandeng Bupati Kutai Timur Kepilpres
 
Pilpres 2014, Jika Tanpa Jokowi Bukan Pemilu
 
Politisi Narsis, Jalankanlah Politik Etis
 
Jelang Pilpres 2014, Idham: Partai Tidak Mau Kalah Start
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]