Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Demo Buruh
Gerakan Buruh Indonesia Siap Gelar Aksi May Day 2016 Serentak dan Terbesar
2016-04-22 19:30:32

Said Iqbal yang menjabat sebagai Presiden KSPI mewakil Gerakan Buruh Indonesia (GBI) saat memberikan keterangan kepada para wartawan di Jakarta, Jumat (22/4).(Foto: BH/mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam rangka persiapan menuju Hari Buruh Sedunia yang diperingati di seluruh dunia pada tiap tanggal 1 Mei, atau yang dikenal dengan 'MayDay', Gerakan Buruh Indonesia (GBI) yang tergabung diantaranya beberapa Konfederasi besar seperti KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia), ASPEK Indonesia, KSBSI (Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia), KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) berencana menggelar beberapa aksi massa untuk menyuarakan dan menuntut hak buruh dan rakyat Indonesia kepada Pemerintah Republik Indonesia.

"Kita sudah menyampaikan secara resmi ke Polda Metro Jaya, dan jumlah massa ini akan menjadi yang paling besar dibanding tahun lalu, dan tahun sebelumnya. Akan lebih besar jumlah masa yang akan aksi nanti pas May Day, dibandingkan 2 hingga 3 tahun sebelumnya. Kemudian, Issue yang diangkat sama semuanya 'Serempak'," ungkap Said Iqbal mewakili GBI, yang menjabat sebagai Presiden KSPI.

Said Iqbal menyampaikan dalam konperensi pers di kawasan Jalan Proklamasi, Cikini Jakarta Pusat, Jumat (22/4), bahwa GBI (Gerakan Buruh Indonesia) yang mewakili 80% dari Serikat Buruh di Indonesia dalam rangka memperingati May Day, akan menyelenggarakan beberapa aksi.

Said Iqbal mewakili GBI menuturkan, bahwa aksi nanti akan diselenggarakan dalam dengan cakupan di 32 Provinsi, serta 250 Kabupaten/ Kota. Meliputi dari mulai Daerah Istimewa Aceh hingga Papua, bahkan juga dari Kalimantan Utara, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Said, aksi 'May Day' untuk wilayah Jabodetabek rencananya akan dipusatkan pada wilayah Istana Negara dan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan. "Nantinya, titik kumpul perwakilan buruh yang akan melangsungkan peringatan akan dimulai dari Bundaran HI, sampai siang jam 1. Lalu kemudian seluruh peserta May Day akan bergerak ke Gelora Bung Karno," ujar Said, Jumat (22/4).

"Sejauh ini untuk setiap provinsi sudah mendaftarkan dan mencapai sekitar 1 juta jiwa, sedangkan di Istana dan Gelora Bung Karno mencapai 250.000 jiwa, dan sampai sekarang mencapai 150.000 orang buruh akan ikut berperan serta dalam perayaan 'May Day' di Istana dan GBK. Untuk wilayah lainnya akan diselenggarakan di Kantor, tiap kantor Gubernur masing-masing Provinsi, dan di daerah," jelasnya.

Lebih lanjut, Said menyampaikan, berkisar ada 3 (tiga) issue yang akan diungkap, dan sebuah deklarasi. Adapun ketiga issue adalah :

1. Cabut PP no.78 tahun 2015, tentang pengupahan / tolak Upah Murah / Naikan Upah Minimum 2017, sebesar 650.000 rupiah.

2. Stop kriminalisasi Buruh / PHK

3. Kita menyebutnya, 3 Tolak: Tolak Reklamasi di Teluk Jakarta, Tolak Penggusuran, Tolak Rancangan UU Tax Amnesti)

Kemudian, Presiden KSPI itu menjelaskan, dimana Pra May Day, terkait Gubernur Ahok yang jelas-jelas dengan semena-mena terus menggusur rakyat miskin di DKI Jakarta. "Aksi Unjuk Rasa Ke Balkot dan tempat penggusuran, dalam rangka memprotes keras tindakan Gubernur Ahok yang kian terus menggusur rakyat miskin," tegasnya.

Sebelum Mayday akan digelar aksi bersama dengan motor besama-sama, yakni :

1. Meminta Jokowi Cabut PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

2. Stop Kriminalisasi 26 buruh yang kini dalam proses pengadilan Negeri Jak-Pus.

3. Kabupaten Kota meningkatkan Daya beli Buruh.

Dan selanjutnya, Said Iqbal mengatakan akan di deklarasikan Organisasi Kemasyarakatan lintas Sektor, dalam rangka menyatukan Gerakan Indonesia, akan mencapai lebih baik lagi.
(bh/mnd)


 
Berita Terkait Demo Buruh
 
Penahan 3 Mahasiswa Undip Diharapkan Diselesaikan Melalui Restorarive Justice
 
Satuan Pamwal Ditlantas Polda Metro Lakukan Pengamanan Demo Buruh dengan Cara Ini
 
Temui Massa Aksi Demo, Sufmi Dasco Janji Perjuangkan Aspirasi Buruh
 
Buruh Akan Tetap Demo Besar-besaran 30 April Kepung DPR, Gak Peduli Pandemi Covid-19
 
Rizal Ramli: Wasit Tidak Adil, Perlu Audit Forensik Komputerisasi KPU dan Bisa Kena Pidana 4 Tahun
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]