Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Palestina
Gelar Aksi Solidaritas GAZA, HMI Sukoharjo Desak Pemerintah RI
Sunday 13 Jul 2014 10:04:24

Aksi demo dukungan masa HMI tersebut gabungan dari tiga kampus, UMS. IAIN Surakarta serta Univet Sukoharjo yang juga melakukan penggalangan dana, yang akan disalurkan lewat Mer-C.(Foto: Istimewa).
SUKOHARJO, Berita HUKUM - serangan Israel ke jalur Gaza yang kini memakan korban jiwa sekitar lebih dari 100 jiwa menuai kecaman berbagai pihak, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Sukoharjo dengan aksi mengerahkan ratusan masa. Kecaman tersebut dilakukan dengan aksi solidaritas untuk Gaza di bundaran Kartasura, Jumat (11/7).

Koordinator aksi Isdi Ahmad Delarean, mengatakan Aksi tersebut dalam rangka respon atas kekejaman Zionis Israel atas Gaza, juga ikut merasakan penderitaan umat muslim Palestina. "Ini bukan sebatas penjajahan atas nama agama, tapi juga soal kemanusiaan yang dilanggar oleh zionis israel," kata Isdi, dalam orasinya saat aksi berlangsung.

Aksi tersebut gabungan dari tiga kampus, UMS. IAIN Surakarta serta Univet Sukoharjo yang juga melakukan penggalangan dana, yang akan disalurkan lewat Mer-C. Selain itu masa dari HMI Cab. Sukoharjo juga melakukan sholat ghaib dan do'a bersama untuk para korban meninggal dunia di jalur Gaza Palestina.

"Kami melakukan ini untuk membantu mereka, yang akan kami kirim lewat mer-c untuk membantu kebutuhan mereka saat ini yang sedang kekurangan".

Dalam aksi tersebut, HMI menuntut lewat KomnasHAM, Kementerian Luar Negeri serta Lembaga Pemerintah yang terkait, untuk mendesak Israel agar menghentikan kekejamannya.

"Pemerintah harus mendesak terus lewat PBB, untuk israel harus segera menghentikan serangan," ucap Arief Flo selaku Ketua HMI cabang Sukoharjo.

Hadir pula dalam aksi Takdir Leola, selaku perwakilan pengurus Badko HMI Jateng/DIY dalam pernyataanya, "Pemerintah Indonesia harus mendesak Israel untuk menghentikan, menghapuskan bentuk penjajahan dalam bentuk apapun, serta pelanggaran kemanusiaan, dan mengajak masyaralat dunia khususnya PBB untuk membantu rakyat Palestin di gaza," tegas Takdir Leola.(hmi/bhc/sya)


 
Berita Terkait Palestina
 
• Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
 
• Terekam, Biadabnya Tentara Israel Rayakan Kehancuran RS Indonesia
 
• Insiden Terbunuhnya Ismail Haniyeh Perburuk Situasi Timur Tengah
 
• Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini
 
• Enam bulan pertikaian di Gaza dalam angka
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]