Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Kasus Penggelapan Uang
Gelapkan Uang, Purnawirawan TNI AL Divonis 1,2 Tahun Penjara
Monday 06 May 2013 22:21:41

Pengadilan Negeri Surabaya.(Foto: Ist)
SURABAYA, Berita HUKUM - Haridi Suryasaputra, seorang Purnawirawan TNI AL dihukum atas tindakan yang menurutnya tidak pernah dia dilakukan. Di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhi hukuman 1,2 tahun penjara pada pria berumur 70 tahun tersebut, Senin (6/5).

Haridi terbukti bersalah atas tindak pidana penggelapan dalam jabatan yang didakwahkan kepadanya.

Kasus ini berawal saat Haridi bekerja untuk PT MPJL dan menjabat sebagai Kepala Bagian Operasional. Setelah
beberapa tahun bekerja, pada Maret 2010 Haridi akhirnya dikeluarkan oleh manajemen PT MPJL.

Saat itu, Haridi dipecat karena dituduh telah melakukan tindak pidana penggelapan dalam pekerjaan dan memalsukan tanda tangan saksi dalam pembuatan invoice-invoice penagihan, seolah sebagai Direktur PT MPJL, Hasolon Gultom.

Atas hal itulah, Haridi akhirnya dilaporkan ke polisi atas tuduhan melakukan penggelapan dalam pekerjaan secara berlanjut. PT MPJL pun mengklaim mengalami kerugian sebesar Rp 3 miliar lebih.

Dalam perkara ini, JPU Gatot Haryono menuntut Haridi dengan hukuman selama 2 tahun 3 bulan penjara. Pria tamatan SMA itu dijerat dengan pasal 374 KUHP jo pasal 64 (1) KUHP.(sm/kjs/bhc/opn)


 
Berita Terkait Kasus Penggelapan Uang
 
• Jangan Kriminalisasi Kasus Rektor Universitas Muhammadiyah Buton
 
• Oknum Petugas dan Relawan Terindikasi Telibat Penggelapan Bantuan Muslim Rohingya
 
• Kasus Penggelapan Kades Siumbatu Lambat, Warga Lapor Propam Polda Sulteng
 
• PT Solid Black Gold Digeledah, Ravi Ungkapkan Ada Upaya Kriminalisasi
 
• Meilisa Terpidana Kasus Rp 68 Miliar Diringkus Tim Kejaksaan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]