Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Demokrat
Gede Pasek di Copot Dari Ketua Komisi III
Wednesday 18 Sep 2013 17:51:01

Mantan Ketua Komisi III DPR_RI I Gede Pasek. (Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua komisi III DPR_RI Gede Pasek Suardika rsmi dicopot dari jabatanya sebagai ketua komisi III, hal i ni dinyatakan oleh Ketua Harian Partai Demokrat, Syarif Hasan bahwa Ketua Komisi III DPR RI, Gede Pasek Suardika diganti.

Demikian diungkapkan oleh Syarif Hasan di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu.(18/9)
Dia mengatakan, pergantian Pasek dikarenakan keikutsertaannya menjadi anggota Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).

"Kita sudah ganti Pasek mulai hari ini," ujar Syarif, sementara surat pergantian yang sudah ditandatanganinya langsung, sudah diserahkan kepada Ketua Fraksi PD, Nurhayati Ali Assegaf.

"Sudah saya serahkan ke ketua Fraksi PD, nanti Ketua Fraksi PD akan berikan keterangan. Saya sendiri yang tandatangani," ujarnya kembali.

Selain Gede Pasek, dalam deklarasi ormas PI di kediaman Anas Urbaningrum tersebut, hadir Wakil Sekjen Demokrat Saan Mustopa, dan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok.

Desakan agar beberapa tokoh Partai Demokrat yang hadir dalam peluncuran dan deklarasi ormas Pergerakan Indonesia Minggu lalu diberi sanksi, menjadi kenyataan, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat di DPR Saan Mustopa juga tak luput terkena sanksi. Gede Pasek sempat muncul malam hari tadi dalam acara (ILC) TV one di hotel Borobudur Jakarta Pusat.

Menurut informasi, sore ini akan digelar konferensi pers terkait pemberian sanksi-sanksi terhadap sejumlah elite Demokrat tersebut.(bhc/put)


 
Berita Terkait Partai Demokrat
 
• Mahkamah Agung RI Kabulkan PK Moeldoko Soal DPP Partai Demokrat, Sudah Tergister
 
• Pernyataan SBY dan AHY Dipolisikan, Herman Khaeron: Si Pelapor Hanya Cari Panggung
 
• Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi
 
• Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
 
• Sambut Rakernas PKS, AHY: Temanya Sejalan dengan Semangat Partai Demokrat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]