Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Kasus Hambalang
Gede Pasek Bantah Ada Money Politik di Kongres Demokrat
Tuesday 07 Jan 2014 22:08:23

Gede Pasek Suaardika Anggota DPR-RI dari Fraksi Demokrat (FOTO:BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Ketua Komisi III DPR-RI dari Partai Demokrat Gede Pasek Suardika, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pasek diperiksa terkait sebagai Saksi dalam kasus proyek Pusat Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang yang melibatkan mantan ketua umum di partai Demokrat yakni Anas Urbaningrum (AU), saat terpilihnya Anas dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung Jawa Barat.

Sesaat setelah keluar dari gedung KPK, Gede Pasek membantah mengetahui prihal kongres Partai Demokrat di Bandung Jawa Barat, menurut Pasek pada saat itu dirinya bukan pengurus DPD atau DPC, dan Pasek tidak mengetahui karena dirinya bukan pengurus OC (Organizer Comite) dalam kongres tersebut.

"Karena saya waktu itu bukan panitia OC, saya belum masuk saat itu dipengurusan dan saya bukan OC, karena saya bukan DPC, atau pengurus DPD, tanyakan kepada yang mengetahui kongres saat itu," ujar Gede Pasek, Selasa (7/1) di Gedung KPK Jakarta Selatan.

Selanjutnya Gede Pasek berlalu menuju mobil yang telah menunggunya dan meninggalkan para wartawan, hingga sore ini menjelang pukul 17:00 Wib Anas Urbaningrum belum juga menunjukan batang hidungya di gedung KPK Jakarta Selatan.(bhc/put)


 
Berita Terkait Kasus Hambalang
 
Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
 
Anas Urbaningrum: Saya Ingin Diadili Bukan Dihakimi, Apalagi Dijaksai
 
Dituntut 15 Tahun dan Denda 500 Juta, Anas Merasa Tidak Adil
 
KPK Tahan Tersangka Mahfud Suroso Terkait Kasus Hambalang
 
Bendum PDIP Olly Dondokambey Diperiksa KPK Lagi Soal Hambalang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]