Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Amerika Serikat
Gagal Bayar AS Bisa Picu Resesi Dunia
Monday 14 Oct 2013 10:01:50

Direktur Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde, Annual Meetings Plenary.(Foto: Ist)
WASHINGTON, Berita HUKUM - Direktur Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde, memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat gagal membayar utang-utangnya, dunia bisa jatuh ke dalam resesi. Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi ABC pada program Meet the press, Lagarde mengatakan Amerika sekarang harus menaikkan pagu utang sebelum tenggat waktu pada, Kamis (17/10).

"Gagal bayar akan menjadi gangguan, yang menyebabkan ketidakpastian dan kurangnya kepercayaan terhadap AS. Itu berarti gangguan besar di seluruh dunia dan kita kena risiko terpuruk lagi dalam resesi," katanya.

Pada awal Oktober ini, Lagarde juga sempat menyatakan kekhawatirannya terhadap kebuntuan soal pagu utang ini dan mendesak penyelesaian secepat mungkin.

Senada, Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, mengungkapkan kekhawatirannya atas situasi tersebut. Dia memperingatkan bahwa Amerika Serikat "beberapa hari lagi akan berhadapan dengan momen yang berbahaya" karena krisis utang pemerintahnya.

Kim mendesak pembuat kebijakan AS agar segera mencapai kesepakatan untuk menaikkan pagu utang sebelum tenggat waktu.

Jika tidak, dia mengatakan hal tersebut akan menjadi "bencana" untuk dunia.
"Semakin dekat dengan tenggat waktu, akan ada dampaknya akan semakin besar kepada negara berkembang."

"Tindakan yang lambat bisa mengakibatkan kenaikan suku bunga, jatuhnya kepercayaan dan perlambatan pertumbuhan," kata Kim, yang berbicara pada pertemuan tahunan Bank Dunia di Washington.

"Jika (gagal bayar) terjadi itu akan menjadi bencana bagi negara berkembang dan pada gilirannya akan sangat merugikan negara maju juga," tambahnya.

Seperti diketahui, AS akan kekurangan dana pada, Kamis (17/10) jika tidak ada kesepakatan untuk menaikkan pagu utang.

Pimpinan Demokrat dan Republik di Senat sudah mengadakan pembicaraan pada, Sabtu (12/10) kemarin namun gagal memperoleh kesepakatan.

Wartawan BBC Andrew Walker mengatakan menteri keuangan di berbagai negara masih optimistis bahwa AS tidak akan sampai gagal bayar, tetapi mereka tampak tidak nyaman dan ingin krisis tersebut cepat selesai.(bbc/abc/bhc/sya)


 
Berita Terkait Amerika Serikat
 
• DPR AS Lakukan Pemungutan Suara untuk Makzulkan Biden
 
• Amerika Serikat Lacak 'Balon Pengintai' yang Diduga Milik China - Terbang di Mana Saja Balon Itu?
 
• Joe Biden akan Mengundang Para Pemimpin Indo-Pasifik ke Gedung Putih
 
• AS Uji Rudal Hipersonik Mach 5, Lima Kali Kecepatan Suara
 
• Sensus 2020: Masa Depan Populasi AS Bercorak Hispanik
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]