Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Aksi Demonstran
Gabus Prihatin Sikap Ketidaktegasan SBY dalam Memberantas Korupsi
Wednesday 09 May 2012 14:59:11

Puluhan Pemuda yang tergabung dalam Gerakan Arus Bawah Untuk SBY (Gabus) menggelar aksi damai di depan Gedung KPK, Jakarta, Rabu (9/5) (Foto: BeritaHUKUM.com/biz)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Ketidak tegasnya sikap Presiden Susilo Bambang Yudhiono (SBY), melawan tindak pidana korupsi yang dilakukan para kadernya. Mendapat sikap keprihatinan oleh puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Arus Bawah Untuk SBY (Gabus).

"Kita dukung Komitmen SBY untuk memerangi korupsi. Namun apa boleh buat SBY lagi-lagi lamban dan tidak tegas dalam berupaya memberantas korupsi,"ujar Korlap Gabus, Solihin seperti yang dikutip dalam pers rilisnya, Jakarta (9/5).

Solihin menambahkan, jangankan menidak orang lain, menindak para kadernya sendiri SBY terlihat segan, sungkan dan malu-malu.
"Dimana kejantanan mu wahai bapak Presiden?," tambahnya.

Lebih lanjut Solihin menjelaskan, bahwa SBY sudah dipecundangi kader-kadernya sendiri. Pasalnya saat fenomena korupsi mewabah dalam tubuh elit partai Demokrat SBY hanya diam saja.

"Dinamika korupsi yang menjangkit sejumlah kader elit partai Demokrat, sudah pasti akan berujung pada kejatuhan SBY selaku presiden sekaligus ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Sebut saja Angie, Nazaruddin dan ketua umum partai Demokrat sendiri, Anas Urbaningrum mereka semua sudah jelas memanipulasi, sudah jelas mereka melakukan Money Laundry namun kenapa SBY seolah ragu-ragu untuk menghukum kader-kadernya yang bermasalah tersebut," jelasnya.(bhc/biz)


 
Berita Terkait Aksi Demonstran
 
Gabus Prihatin Sikap Ketidaktegasan SBY dalam Memberantas Korupsi
 
222 Demonstran Ditangkap Polisi Malaysia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]