Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
GP Ansor
GP Ansor Gelar Kirab Satu Negeri 2018
2018-10-15 05:22:11

Tampak suasana acara GP Ansor melakukan apel kegiatan Kirab Satu Negeri 2018 di halaman TMPN Kalibata.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menggelar Kirab Satu Negeri 2018, bertempat di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, Jakarta, Minggu (14/10).

Kirab Satu Negeri ini dikemas dengan kegiatan Apel Banser dan Do'a untuk Bangsa. Turut hadir dalam kegiatan itu, sejumlah pejabat instansi pemerintahan, Polri, TNI dan elemen masyarakat serta beberapa tokoh lintas agama yang turut mendukung acara tersebut.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Wilayah GP Ansor DKI Jakarta H. Abdul Aziz, S.Hi, kemudian dilanjutkan dengan prosesi upacara dan penyerahan bendera kirab satu negeri dari tiga zona ke PW GP Ansor DKI Jakarta melalui Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, dan Kodam Jaya/Jayakarta.

"Kirab Satu Negeri (KSN) yang diselenggarakan oleh GP Ansor bersemangat dalam menyuarakan kesamaan bagi setiap warga dan masyarakat di nusantara. Dengan tag line #KitaIniSama Bela Agama, Bangsa, dan Negeri, GP Ansor berkomitmen agar tetap selalu menyuarakan kesamaan bagi setiap warga dan masyarakat di nusantara serta bersemangat untuk selalu membela Agama, Bangsa, dan Negeri," ujar Abdul Aziz di lokasi, Minggu (14/10).

Dari pantauan pewarta BeritaHUKUM.com di lokasi, KSN 2018 ini diikuti oleh 500 anak sekolah, 1.000 kader GP Ansor dan Banser serta sekitar 500 masyarakat umum.

Tampak sebelum prosesi upacara dimulai juga digelar penampilan marching band, penampilan dari pemuda lintas iman, kesenian bela diri asal DKI Jakarta, Palang Pintu, serta penampilan pakaian adat dari salah satu daerah.

Kegiatan diakhiri dengan doa dan upacara tabur bunga di dalam komplek Taman Makam Pahlawan Nasional.

Agenda KSN 2018 “Apel Banser dan Do'a Bersama” yang diselenggarakan di Jakarta ini adalah bagian dari rangkaian panjang agenda kirab yang telah dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia. Dan puncaknya akan dilaksanakan di Yogyakarta tanggal 24 Oktober 2018 nanti yang akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo.(bh/amp)


 
Berita Terkait GP Ansor
 
• Ketum GP Ansor Sebut Tak Pernah Bubarkan Pengajian Ustadz Syafiq Riza Basalamah
 
• Ketua Umum GP Ansor, Gus Yaqut: Jika Terbukti Bupati Fahmi Massiara HTI Jangan Dipilih
 
• Pernah Tolak UAS, Ketua GP Ansor Jepara Terciduk Bawa Bini Orang ke Hotel
 
• Masyarakat Harus Lihat Peluang Baik dalam Penggunaan Teknologi Informasi
 
• GP Ansor Gelar Kirab Satu Negeri 2018
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]