Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Habib Rizieq
Fahri Hamzah Bongkar Orang Sekeliling Jokowi, Astaga Ngeri
2020-12-23 07:46:11

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memberikan komentar keras tentang peristiwa yang berkaitan dengan pendiri Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS). Menurut Fahri Hamzah, massa yang membludak saat penjemputan Habib Rizieq di Bandara Soekarno Hatta pada 10 November 2020 lalu dipicu oleh pernyataan pemerintah yang terkesan menantang.

"HRS mau pulang dijemput keluarganya, tetapi ada pejabat yang menantang," jelas Fahri Hamzah seperti dikutip GenPI.co dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Senin, (21/12).

Fahri juga membeberkan pejabat tersebut mengatakan Habib Rizieq adalah tokoh kecil dan tidak perlu dianggap. Tidak hanya itu, pejabat tersebut mengatakan bahwa tidak akan ada yang datang.

Namun, faktanya ribuan orang datang menyambut kedatangan Imam Besar FPI tersebut.

"Begitu orang datang ribuan, yang nyambut dianggap salah, Kapolda dipecat," katanya.

Menurutnya, kerumunan di Petamburan juga dinilai dipicu oleh kekesalan orang-orang yang hadir saat menjemput. Sebab, mereka merasa disalahkan dan dianggap melanggar prokes.

"Ada yang belum beres, kemarahan itu nggak selesai, lu nantang sih sebagai negara. Akhirnya orang datang, ramai lagi, pengajian ramai lagi," tuturnya.

Selain itu, ia menganggap sikap pemerintahan Indonesia terlalu arogan karena tidak ingin mendengarkan dan membuka dialog dengan pihak-pihak tertentu.

"Sampai hari ini saya lihat tone-nya masih belagu, masih ngajak berantem, masih gagah-gagahan gitu. Kurang ajar, dia kira dia akan terus di situ," jelasnya. Fahri juga menyampaikan pesan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar mencari sendiri informasi-informasi yang benar.


"Carilah informasi yang benar. Orang-orang di sekitar Anda sedang berlomba-lomba untuk merebut jabatan, mengangkangi jabatannya untuk kepentingan pribadi, dan climbing (mendaki) ke tempat yang lebih tinggi," jelasnya.

Fahri mengklaim bahwa orang-orang yang di sekitar Jokowi tidak jujur dan tidak peduli dengan masa depan bangsanya.

Lihat video YouTube: Fahri Hamzah: Ada Pejabat yang Nantang Soal Kepulangan HRS, Eh... Malah Kapoldanya Dipecat: https://www.youtube.com/watch?v=VrfxmH08YAk

Atau,

Klik disini.

(dbs/ilc/yt/genpi/bh/sya)


 
Berita Terkait Habib Rizieq
 
Apresiasi Komitmen Pengusutan Kasus Brigadir J, HNW: Demi Keadilan Hukum, Harusnya Demikian Juga Untuk Kasus KM 50
 
MA Beri 'Diskon' 2 Tahun Masa Hukuman Penjara Habib Rizieq Shihab
 
HNW Apresiasi Penolakan MA Terhadap Kasasi Jaksa, Pada Kasus HRS DI Petamburan
 
HNW Apresiasi Langkah Habib Rizieq Ajukan Kasasi Ke MA
 
HNW Dukung HRS Lakukan Upaya Banding di Pengadilan Tinggi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]