Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Abraham Samad
Fahmi Idris: Prestasi Samad Lebih Besar Dibanding Kasus Sprindik
Thursday 04 Apr 2013 18:28:41

Fahmi Idris, politikus senior asal Partai Golkar saat diwawancarai para wartawan, Kamis (4/4).(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Fahmi Idris, politikus senior asal Partai Golkar menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (4/4) untuk memberi dukungan pada Ketua KPK Abraham Samad. Dukungan yang diberikan pada Samad itu karena pemimpin KPK dijatuhi sanksi oleh komite etik terkait bocornya draf sprindik Anas Urbaningrum.

Menurut Fahmi saat diminta keterangan di gedung KPK mengatakan, dirinya keberatan atas putusan Komite Etik yang mengatakan Abraham Samad telah melakukan pelanggaran terkait sprindik.

"Keputusan Komite Etik itu berlebihan, masalah etika itu sebetulnya mengatur rambu-rambu tugas, tidak tertera dalam UU rambu-rambu bagaimana bertugas yang patut dan tidak patut," katanya.

Manntan Menteri Perindustrian kabinet Indonesia bersatu Jilid I ini menyampaikan bahwa ada dua poin yang ingin disampaikan pada komite etik. Pertama, ia sangat menghormati keputusan Komite yang dipimpin Anies Baswedan ini dengan menyatakan pembocor sprindik tersebut bukan dibocorkan oleh Samad. Pembocor itu adalah Wiwin Suwandi yang merupakan Sekretaris pribadi Samad.

"Bahwa dinyatakan AS (Abraham Samad) melakukan pelanggaran meskipun pelanggaran sedang itu berlebihan yang terjadi itu kelalaian," tegasnya.

Menurutnya, teori manajemen tindakan Samad masuk dalam klasifikasi kelalaian personal. Dengan adanya persoalan ini, Fahmi berharap akan ada aturan di KPK yang tertulis mengenai rekruitmen staf untuk pimpinan harus dikualifikasikan sebagaimana mestinya. "Berarti dalam hal ini AS (Abraham Samad) tidak salah merekrut staf pribadinya," ujarnya.

Poin kedua, Samad yang memiliki integritas tinggi untuk memimpin pemberantasan korupsi harus dijadikan pertimbangan yang lebih lagi.

Hadirnya Samad di gedung KPK berhasil mengungkap banyak kasus-kasus korupsi besar yang mulai dibongkar. "AS telah melakukan tugas-tugas pokok dalam pemberantasan korupsi, kasus-kasus yang dulu tidak pernah tersentuh sekarang bisa dibongkar. Prestasi AS jauh lebih besar dibanding salahnya," ungkapnya.

Seperti diketahui, dalam kasus bocornya sprindik Anas, komite etik menyimpulkan bawa pelaku pembocor adalah sekretaris pribadi Samad. Lalu, komite etik menjatuhkan sanksi sedang yang berupa peringatan tertulis pada Samad.(bhc/din)


 
Berita Terkait Abraham Samad
 
Abraham Samad: Pemanggilan SBY Hanya Sebagai Saksi Meringankan
 
Abraham Samad: Susah Cari Pemimpin Amanah, Cenderung Otoriter
 
Abraham Apresiasi Bantuan Masyarakat Indonesia
 
Abraham Samad: Indonesia Perlu Buat UU Perlindungan Aset
 
Wiwin Sekpri Abraham Samad Resmi Dipecat, Sespim Gantikan Sementara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]