Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Kapolri
Fadli Zon: Soal Komjen BG, Mungkin Jokowi Sedang Tunggu Wangsit
Wednesday 04 Feb 2015 12:37:38

Ilustrasi. Wakil Ketua DPR Fadli Zon.(Foto: BH/mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menganggap wajar pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan para petinggi Koalisi Indonesia Hebat dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka terkait Komjen Budi Gunawan. Fadli berharap Jokowi kini bisa segera mengambil keputusan.

"Ya mungkin dalam rangka beri nasihat, pertimbangan. Sekarang saran dari berbagai pihak sudah cukup. Tinggal ambil keputusan. Mungkin Jokowi sedang tunggu wangsit saja," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/2).

"Wajar lah, kan kader juga," sambungnya.

Sinyal-sinyal bahwa Presiden Joko Widodo akan membatalkan pelantikan Komjen Budi memang menguat sejak kemarin. Kemudian pada sore harinya, para petinggi KIH menemui Jokowi.

Jokowi sendiri akan mengambil keputusan pekan depan. Fadli berujar DPR menghormati apapun keputusan presiden.

"Ini hak prerogatif presiden. Presiden bisa lakukan apa yang jadi haknya. Dilantik hak presiden, direvisi hak presiden. Kita tunggu keputusan formal, bukan wacana atau rumor," ujar Waketum Gerindra ini.

Mensesneg Pratikno juga sempat mengatakan bahwa lebih indah apabila Presiden membatalkan pelantikan Komjen Budi. Sentilan pun diberikan oleh Fadli.

"Mensesneg jangan ke publik, tapi ke Presiden dong, kan pembantunya Presiden," ucapnya.

Rombongan KIH berisi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Hanura Wiranto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PKPI Sutiyoso, dan Ketum PPP Romahurmuziy. Ketum NasDem Surya Paloh tak hadir, diwakili oleh Rio Capella.

Pertemuan petinggi KIH dengan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla itu berlangsung di Istana Negara Selasa (2/2) kemarin juga membahas soal konflik KPK-Polri.

Sementara, dalam pertemuan yang digelar pada Selasa tersebut, Jokowi mengaku memang membahas masalah yang terjadi antara Polri dan KPK. "Ya, saya nggak perlu tutup-tutupi, masalah Kapolri-KPK," kata Jokowi di Gedung Bidakara, Jakarta, Rabu, (4/2).

Meski demikian, dia tak menjelaskan lebih lanjut mengenai hasil pertemuan itu. Namun, Jokowi berjanji akan menyelesaikan masalah ini pekan depan. "Jadi minggu depan saya selesaikan semuanya. Ada yang harus saya selesaikan dulu," ujar Jokowi.(imk/trq/detik/bhc/sya)


 
Berita Terkait Kapolri
 
Kapolri: Layani dan Lindungi serta Perhatikan Rasa Keadilan Masyarakat
 
Kapolri Bilang 'Potong Kepala', Ditambahin Kapolda Metro: Saya 'Blender' Sekalian
 
Program 100 Hari Presisi Kapolri, Prakasa Asabels Nusantara Giatkan Layanan Ambulans Gratis untuk Masyarakat
 
100 Hari Kerja Kapolri Jenderal Listyo Dinilai Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
 
Romo Benny Apresiasi 100 Hari Kerja Kapolri: Penyelesaian Masalah Intoleransi dengan Penegakkan Hukum
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]