Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Pendidikan
Fadel Muhammad: Kampus Menjadi Laboratorium Kewirausahaan
2019-11-13 05:45:26

MAKASSAR, Berita HUKUM - Wakil Ketua MPR Prof Dr Fadel Muhammad mengatakan kampus (perguruan tinggi) harus menjadi laboratorium bagi mahasiswa untuk melatih diri menjadi wirausaha atau entrepreneur. Di kampus mahasiswa melatih diri di Koperasi Mahasiswa (Kopma) sehingga setelah lulus dari perguruan tinggi mereka menjadi pengusaha.

"Kampus harus menjadi laboratorium untuk mahasiswa melatih diri menjadi entrepreneur. Menjadi pengusaha ke depan harus berbasis perguruan tinggi," kata Fadel Muhammad dalam Kuliah Umum Perkoperasian dan Sosialisasi Empat Pilar MPR di Aula Prof Mattulada, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanudin, Makasar, Senin (11/11). Kuliah umum dalam rangkaian Kopma Unhas Fair 2019 ini dihadiri Rektor Unhas Dwia Aries Tina Palubuhu dan dua anggota MPR Ajiep Padindang dan Lily Amelia Salurapa.

Kepada para mahasiswa, Fadel menceritakan pengalaman berwirausaha sejak menjadi mahasiswa ITB. Fadel Muhammad masuk ITB pada tahun 1972. Dua tahun kemudian dia sudah aktif sebagai anggota Kopma ITB. Pada tahun 1975 Fadel Muhammad menjadi Ketua Kopma ITB. Di bawah kepemimpinannya, Fadel Muhammad menggerakan aktivis kampus untuk menjual baju dan kaos dengan simbol Ganesha kepada anak-anak SMA. Kopma ITB berkembang pesat.

"Kopma bisa menjadi tempat untuk menumbuhkan spirit kewirausahaan dan entrepreneur. Sebab, Kopma ini menjadi embrio lahirnya wirausaha dan entrepreneir," kata Wakil Ketua MPR dari Kelompok DPD ini.

Dalam kesempatan itu Fadel mengungkapkan tujuh ciri wirausaha atau entrepreneur. Pertama, memiliki leadership. Kedua, melakukan inovasi. "Kunci pengusaha adalah inovatif, yang artinya melakukan sesuatu yang baru tetapi lebih bagus dan lebih baik," ujarnya.

Ketiga, memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan yang didominasi otak kanan atau mengasah intuisi. Keempat, mempunyai sikap yang tanggap terhadap perubahan. "Ini yang paling sulit. Attitude toward the change. Wirausaha harus berani atau mau berubah jika ada sesuatu yang baru. Wirausaha memiliki sikap terbuka terhadap perubahan," jelasnya.

Kelima, tidak hanya bekerja keras, wirausaha juga harus bekerja cerdas. Artinya bekerja dengan menggunakan kepintaran (pikiran yang smart). Keenam, memiliki visi masa depan berdasarkan kemampuan atau kapabilitas, peluang, dan strategi. Ketujuh, fokus pada peluang yang ada dengan mengkalkulasi risiko secara cermat.

"Ketujuh ciri itu harus dimiliki seorang wirausaha atau entrepreneur. Kopma bisa melahirkan wirausaha dengan ciri-ciri seperti itu," imbuhnya.

Saat ini Fadel Muhammad sedang mengembangkan sinergi antara perguruan tinggi atau kampus dengan industri. "Kalau dunia kampus dan industri bisa bekerjasama dengan baik maka lulusan perguruan tinggi bisa mempunyai wawasan luas untuk menjadi pekerja atau membuka lapangan pekerjaan sebagai wirausaha," pungkasnya.

Sementara itu anggota MPR dari Kelompok DPD H. Ajiep Padindang dan Lily Amelia Salurapa menyampaikan sosialisasi Empat Pilar MPR.(MPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Pendidikan
 
HNW: Peraturan Menteri Agama Penanganan Kekerasan Seksual Mestinya Adil dan Masukkan Pendekatan Agama
 
Beri Kuliah Umum Mahasiswa Unair, Firli Bagikan Tips Sukses hingga Jadi Presiden
 
Tiga Kampus Muhammadiyah Ini Masuk Jajaran 10 Universitas Islam Terbaik Dunia Versi Uni Rank 2021
 
HNW Minta Kemenag Tindak Tegas Pemotong Bantuan Pesantren
 
Ratna Juwita Pertanyakan Alokasi Dana Abadi Pesantren Tak Tercantum di APBN 2022
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]