Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Paspampres
FITRA: Kinerja Paspampres Kurang Maksimal
Sunday 27 May 2012 08:10:48

Ilustrasi, Paspampres (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Beberapa hari lalu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat yang tak lain putra bungsu Presiden SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) nyaris dihajar massa di Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara. Tak hanya itu, seorang pria pun kedapatan membawa sabu-sabu di tengah kunjungan kerja Presiden di Jambi pada 10 Februari 2012 lalu.

Kondisi seperti ini menunjukan kinerja Paspampres, kurang maksimal. Hal ini ditegaskan Uchok Sky Khadafi, selaku koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia Untuk Transparai Anggaran (FITRA).

“Anggaran meningkat tidak menjamin kerja Paspampres makimal,” jelas Uchok kepada wartawan, sabtu (26/05).

Namun, peningkatan anggaran tersebut tidak diimbangi dengan kerja Paspampres yang maksimal. Sebut saja, Paspampres penah kecolongan dengan adanya insiden tukang kebun yang nyelonong di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menyaksikan akrobat udara di ajang ASEAN Fair 2011 di Nusa Dua, Bali, beberapa waktu lalu.

Anggaran Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) tiap tahunnya mengalami peningakatan. Pada tahun 2011, alokasi anggaran Paspampres sebesar Rp31,6 miliar dan mengalami peningkatan sebesar Rp2,8 miliar pada tahun 2012 yaitu sebesar Rp34,4 miliar. (bhc/dbs/rt)


 
Berita Terkait Paspampres
 
Panglima TNI: Tugas Paspampres Miliki Kekhususan dan Kekhasan Tersendiri
 
Nono Sampono: Jangan Politisasi Pengangkatan Komandan Paspampres
 
Mayjen TNI Andika Perkasa Jabat Danpaspampres
 
Panglima TNI Resmikan Grup D Paspampres
 
FITRA: Kinerja Paspampres Kurang Maksimal
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]