Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
FBI
FBI Gagalkan Rencana Teroris di NY
Thursday 18 Oct 2012 15:38:48

FBI (Foto: Ist)
NEW YORK, Berita HUKUM - Aparat AS menangkap seorang pria yang berencana meledakkan bom yang berdaya ledak tinggi di depan gedung Bank Cadangan Negara di New York.

Quazi Mohammad Rezwanul Ahsan Nafis (21), yang berkebangsaan Bangladesh, bepergian ke AS dengan niat untuk melakukan serangan teroris, kata FBI.

Nafis ditangkap setelah ia diduga meledakkan bom seberat 454 kg. "Tetapi tidak pernah ada ancaman yang nyata", kata FBI, karena Nafis diawasi dengan ketat.
Nafis dituduh berusaha menggunakan senjata pemusnah massal dan berusaha menyediakan logistik untuk mendukung al-Qaeda.

Ia mengajukan banding ketika menghadapi hakim pengadilan federal, Rabu (17/10).

''Salah satu orang yang ia hubungi ternyata merupakan informan FBI", kata jaksa penuntut federal AS.

Nafis ditempatkan di bawah pengawasan dan agen FPI yang menyamar menjual 20 kantong yang ia akui sebagai peledak. Tersangka kemudian membelinya dan memasang detonator serta alat penanda waktu.

FBI mengatakan, tidak pernah ada ancaman yang nyata. Bank Cadangan Negara adalah sistem perbankan pusat di AS.

Penangkapan itu dilakukan dalam serangkaian operasi yang disebut dengan "sengat" oleh FPI dan otoritas anti teror di AS.

"Kami harus waspada dan saya dapat memastikan kami akan terus waspada," kata komisioner polisi New York Ray Kelly pada wartawan dan menambahkan kota itu tidak pernah mendapat serangan selama 11 tahun.

Kelly mengatakan, Nafis memasuki AS dengan visa pelajar dengan tujuan menjadi mahasiswa di sebuah universitas di Missouri.(bbc/bhc/opn)


 
Berita Terkait FBI
 
Pemerintahan Trump 'Dusta' tentang FBI, kata James Comey
 
Direktur FBI Dipecat oleh Presiden Trump terkait Email Clinton
 
FBI Menyelidiki Dugaan Campur Tangan Rusia dalam Pilpres AS
 
FBI Selidiki Peretasan Akun Cloud Pesohor
 
FBI Tembak Mati Tersangka Konspirasi Bom Boston
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]