Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Suriah
Erdogan: Pasukan Turki Lancarkan Serangan di Suriah untuk Dirikan 'Zona Aman'
2019-10-10 11:21:29

Pasukan Turki mempersiapkan penyerangan di Suriah bagian utara.(Foto: REUTERS)
TURKI, Berita HUKUM - Pasukan Turki mulai melakukan serangan di Suriah timur laut, yang kemungkinan dapat menciptakan konflik langsung dengan pasukan pimpinan Kurdi sekutu AS.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan operasi dilakukan untuk menciptakan "wilayah aman" dari milisi Kurdi dan juga untuk melindungi pengungsi Suriah.

Juru bicara Erdogan, Ibrahim Kalim, mengatakan Turki "sama sekali tidak ingin merebut atau menduduki wilayah Suriah".

"Tujuannya adalah membersihkan dan mengamankan perbatasan kami dengan Suriah dengan cara menghabisi semua unsur-unsur teroris dari wilayah perbatasan," kata Kalin.

"Tujuan kedua adalah menyediakan ruang bagi para pengungsi untuk kembali secara aman. Kami melakukan hal tersebut sesuai dengan kerangka Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2.254. Kami akan sepenuhnya mendukung dan menghormati integritas wilayah dan persatuan nasional Suriah. Turki tidak berniat menduduki wilayah Suriah mana pun," kata Kalin.

Menurut tentara yang tergabung di Syrian Democratic Forces (SDF), daerah warga sipil diserang pesawat tempur Turki.

Keputusan Presiden Trump untuk menarik mundur pasukan AS dari wilayah di dekat dua kota perbatasan, setelah menelepon Presiden Erdogan di akhir minggu, memicu kecaman meluas di dalam dan luar negeri.

Kurdi - yang merupakan sekutu AS dalam mengalahkan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) di Suriah - 'menjaga' ribuan pejuang ISIS dan keluarganya di penjara dan kamp di bawah pengawasan mereka.

Masih belum jelas apakah mereka tetap akan ditahan.

suriah, turki, as, isis

Saat mengumumkan serangan tersebut di Twitter, Erdogan mengatakan "misinya adalah untuk mencegah terbentuknya daerah teror di perbatasan bagian selatan dan menciptakan perdamaian di daerah tersebut".

Operasi tersebut, tambahnya, akan "memelihara integritas wilayah Suriah dan membebaskan masyarakat setempat dari para teroris."

Pemerintah Turki ingin menciptakan "daerah aman" yang bersih dari milisi Kurdi yang juga menjadi tempat bagi sebagian dari 3,6 juta pengungsi Suriah di Turki.

Beberapa ledakan dilaporkan terjadi di kota perbatasan Ras al-Ain.

Setelah pernyataan Erdogan, SDF meminta AS dan koalisi anti-ISIS untuk membuat daerah larangan terbang di sana "untuk menghentikan serangan terhadap pihak tidak bersalah".

Sebelumnya, pemerintahan pimpinan Kurdi di wilayah tersebut mengumumkan "tiga hari mobilisasi umum di Suriah bagian utara dan timur", dan mendesak warga sipil untuk menuju perbatasan dengan Turki guna memenuhi kewajiban mereka".

Penarikan pasukan AS oleh Trump di perbatasan dipandang sebagai "serangan terselubung" SDF dan dikutuk oleh bahkan para sekutu presiden dari Partai Republik.

Trump menjawab berbagai kecaman dengan mengancam akan "menghancurkan" ekonomi Turki jika pemerintah di Ankara "melampaui batas".

Dia mengatakan Turki seharusnya "tidak melakukan apa pun yang dipandang tidak manusiawi".(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Suriah
 
Presiden Assad dapat Suaka di Rusia, Pemberontak HTS Kuasai Damaskus
 
Konflik Suriah: Turki dan Rusia Sepakat Umumkan Gencatan Senjata 'Bersejarah'
 
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Bersumpah Melanjutkan Operasi Militer di Suriah Utara
 
Serangan Turki di Suriah, Jumlah Korban Meninggal dan Pengungsi Melonjak
 
Erdogan: Pasukan Turki Lancarkan Serangan di Suriah untuk Dirikan 'Zona Aman'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]