Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
Politik
Enggan Buru-buru Menikah, Tasya Kamila Tertarik Terjun ke Politik
2018-06-03 23:34:41

Ilustrasi. Tasya Kamila menghadiri Forum Pemuda ECOSOC di PBB. Mendengarkan dan belajar tentang solusi, aspirasi, dan apa yang orang muda dari seluruh dunia telah lakukan untuk mencapai SDGs.(Foto: instagram.com/tasyakamila)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan penyanyi cilik, Tasya Kamila berhasil menamatkan pendidikan S2-nya di Columbia University.
Tasya lulus dengan menyandang gelar Master Administrasi Publik.

Hal yang membanggakan, Tasya menempuh pendidikan S2-nya dengan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) secara penuh.

Padahal, Columbia University masuk dalam daftar kampus termahal di dunia.

Meski sudah lulus S2, pelantun tembang 'Aku Anak Gembala' tersebut enggan membahas soal pernikahan.

Padahal, diketahui Tasya dan kekasihnya, Randi Bachtiar telah menjalin hubungan asmara cukup lama.

"Kalau masalah menikah, biar aku dan keluarga juga dulu yang omongin," kata Tasya kepada Kompas.com saat dijumpai di Gedung Trans, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (1/6/2018).

Tasya mengaku lebih tertarik membahas tujuannya pasca kelulusan dibanding pernikahan.

Diketahui, wanita kelahiran Jakarta 25 tahun yang lalu ini memiliki sebuah yayasan non profit yang bergerak di bidang lingkungan, yaitu Green Movement.

"Aku punya yayasan, aku pengin mengembangkan ini, yayasan ini," ujar Tasya.

Green Movement didirikan secara kolektif oleh Tasya dan teman-temannya.

Saat ini, Tasya sudah merencanakan proyek di sebuah tempat di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

"Aku juga punya beberapa project, kayak project energi aku di Sumba yang pengin aku replika juga di beberapa tempat," ucap dia.

Selain mengembangkan yayasan, diam-diam Tasya tertarik terjun di dunia politik.

"Aku tertarik dengan politik, aku pengin banyak belajar tentang politik.

Mungkin dimulai dari situ sih, dari yayasan aku, dengan kenal orang-orang yang ada di situ," kata dia.

Sebelumnya, Tasya sempat mengutarakan bahwa tujuannya pergi menimba ilmu untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang menteri.

Wah, sukses terus ya Tasya!.(ea/grid/bh/sya)



 
Berita Terkait Politik
 
Dasco Gerindra: Prabowo dan Megawati Tak Pernah Bermusuhan, Saya Saksinya
 
Moralitas dan Spiritualitas Solusi Masalah Politik Nasional Maupun Global
 
Tahun Politik Segera Tiba, Jaga Kerukunan Serta Persatuan Dan Kesatuan
 
Memasuki Tahun Politik, HNW Ingatkan Pentingnya Siaran Pemberitaan yang Sehat
 
Syahganda Nainggolan Desak Jokowi Terbitkan Inpres Agar Menteri Tak Bicara Politik Sampai 2023
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]