Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Import Daging
Empat Tersangka Impor Daging Saling Beri Kesaksian
Thursday 21 Feb 2013 12:15:59

Kuasa hukum Elda D Adiningrat, John Pieter Nazar, Kamis (21/2) di gedung KPK.(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa saksi termasuk empat tersangka untuk kasus suap kuota impor daging. Kasus dugaan suap kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Hari ini, Kamis (21/2), KPK memanggil empat tersangka dengan kapasitas yang berbeda.

Priharsa Nugraha, Kepala Informasi dan Pemberitaan KPK mengatakan bahwa tersangka Juard Effendi akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Arya Abdi Effendi. Kedua orang ini merupakan Direksi PT Indoguna Utama yang notabene selaku pemberi suap. Sedangkan eks Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) akan dimintai keterangan untuk koleganya Ahmad Fathanah. Sementara Ahmad sendiri bakal bersaksi untuk Juar Effendi.

Menurut Priharsa, tersangka itu saling memberi kesaksian. "Mereka akan saling bersaksi untuk memberikan keterangan," kata Priharsa.

Sementara Elda D Adiningrat, salah satu saksi yang sudah dicekal KPK juga diperiksa hari ini. Ia sudah memasuki ruang penyidik KPK. Kuasa hukum Elda, John Pieter Nazar, Kamis (21/2) di gedung KPK menjelaskan keterkaitan kliennya dengan kasus impor daging. John Pieter menceritakan bahwa kliennya merupakan orang dekat Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabet. Nah, kliennya itu sering melakukan pembicaraan dengan Ahmad Fathanah yang merupakan orang dekat Luthfi Hasan Ishaaq, tersangka impor daging.

Diakui pengacara Elda, Fathanah berkali-kali meminta sejumlah uang pada pada Elizabet melalui Elda. "Fathanah katanya disuruh Utadz Luthfi Hasan (LHI). Ya sebagai uang pelicin, uang bensin untuk daging impor itu," kata John Pieter Nazar, pengacara Elda di gedung KPK, Kamis (21/2).

Namun, kata John Pieter, Elda tidak berani menyampaikan pada Elizabet. Karena itulah, Ahmad Fathanah bertemu langsung dengan Elizabet untuk meminta uang pelicin itu. "Ahmad Fathanah itu memang omongannya jorok. Dia meminta uang terang-terangan," terangnya.(bhc/din)


 
Berita Terkait Kasus Import Daging
 
MA Tambah Hukuman Luthfi Hasan Ishaaq Jadi 18 Tahun
 
Suap Import Daging, Maria Elizabeth Divonis 2 Tahun 3 Bulan Penjara
 
Suap LHI, Maria Elizabeth Liman Dituntut 4,5 Tahun Bui
 
Kasus Suap Impor Daging, KPK Tahan Maria Elisabeth Liman
 
Luthfi Hasan Ishaaq Divonis 16 Tahun Penjara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]