Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Migas
Ekspor Non Migas Tahun 2012 Surplus 3,9 Miliar Dollar
Tuesday 05 Mar 2013 12:49:32

Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Neraca perdagangan non migas selama tahun 2012 menunjukkan surplus hingga 3,9 miliar dollar AS, sementara di sektor migas terjadi defisit hingga 5,6 miliar dollar AS.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi pada konperensi pers di kantornya, Senin (4/3), menjelaskan defisit neraca perdagangan migas itu dipicu oleh tingginya permintaan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tahun 2012 lalu mencapai 28,7 miliar dollar AS atau naik 1,9% dibanding tahun sebelumnya.

“Akibat tingginya impor BBM ini, neraca perdagangan kita menjadi defisit sampai 1,7 miliar dollar AS selama tahun 2012,” kata Bayu sembari mengingatkan, bahwa peningkatan defisit perdagangan migas perlu disikapi secara serius mengingat pada 2011 lalu masih terjadi surplus 775,5 juta dollar AS.

Adapun pada Januari 2013, neraca perdagangan Indonesia secara keseluruhan mengalami defisit 171 juta dollar AS, dengan komposisi migas defisit 1,4 miliar dollar AS, dan non migas surplus 1,3 miliar dollar AS atau meningkat tajam dari bulan sebelumnya yang hanya mencatat surplus 550,5 juta dollar AS.

Menurut Wakil Menteri Perdagangan, defisit neraca perdagangan migas di awal tahun ini didorong oleh masing tingginya impor BBM terutama minyak mentah yang mengalami peningkatan 34% dibanding tahun sebelumnya, dan 50,5% dibanding bulan sebelumnya sebesar 1,2 miliar dollar AS.

“Peningkatan impor minyak mentah bulan Januari ini perlu disikapi secara serius, mengingat di tahun-tahun sebelumnya neraca perdagangan minyak mentah kita selalu mengalami surplus,” pesan Bayu.

Kinerja Ekspor

Mengenai ekspor non migas, menurut Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, negara tujuan yang paling banyak menyerap produk Indonesia adalah Cina dengan nilai 20,9 miliar dollar AS, disusul Jepang 17,2 miliar dollar AS, Amerika Serikat 14,6 miliar dollar AS, India 12,4 miliar dollar AS, Singapura 10,6 miliar dollar AS, Malaysia 8,5 miliar dollar AS, Korea Selatan 6,7 miliar dollar AS, Thailand 5,5 miliar dollar AS, Belanda 4,6 miliar dollar AS, dan Taiwan 4,1 miliar dollar AS.

“Kesepuluh negara tersebut memberikan kontribusi sebesar 68,6% dari total ekspor non migas Indonesia,” ungkap Bayu.

Sementara itu, beberapa negara yang mengalami kenaikan signifikat sebagai pasar ekspor Indonesia adalah: Pakistan naik 447,9 juta dollar (48,1%); disusul Arab Saudi, Australia, Thailand, Afrika Selatan, Djibouti, Yaman, Pantai Gading, Aljazair, dan Oman. “Ekspor ke negara-negara ini tumbuh antara 51 juta dollar AS hingga 343 juta dollar AS atau antara 4,7% hingga 164,3%,” ujar Baru.

Dilihar dari produknya, produk ekspor non migas yang mengalami pertumbuhan ekspor terbesar antara lain logam dasar lainnya (naik 227%), senjata/amunisi (naik 162,6%), sutera (naik 142,4%), kulit berbulu (naik 101,3%), dan jerami/bahan anyaman naik 44,9%.

Adapun nilai impor sepanjang 2012 tercatat 191,7 miliar dollar AS atau naik 8% dibanding tahun sebelumnya, yang didominasi oleh impor bahan baku/penolong sebesar 140,1 miliar dollar AS (73%), barang sebesar 38,2 miliar dollar AS (20%), dan impor barang konsumsi sebesar 13,4 miliar dollar AS. Adapun impor non migas tercatat 42,6 miliar dollar AS atau naik 4,6% dibanding tahun sebelumnya.(es/skb/bhc/rby)


 
Berita Terkait Migas
 
• Komisi VII Dorong Pemerintah Transparan dan Adil dalam Kelola Migas
 
• Pemerintah Jangan Anggap Enteng Hengkangnya Investor Migas
 
• Tata Kelola Migas Harus Ditata Ulang
 
• Pemerintah Umumkan Hasil Lelang Wilayah Kerja Migas 2013
 
• Erie Soedarmo: Soal Migas Perlu Dibentuk BUMN Khusus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]